Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaHeadline NewsPemerintahan

Brebes Siap Cetak Sejarah! “Mega Farm” Sapi Perah Terbesar RI Bakal Berdiri di Lahan 710 Hektare

375
×

Brebes Siap Cetak Sejarah! “Mega Farm” Sapi Perah Terbesar RI Bakal Berdiri di Lahan 710 Hektare

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Harianpemalang.id, SEMARANG – Provinsi Jawa Tengah bersiap melakukan gebrakan besar dalam memperkuat kedaulatan pangan nasional. Sebuah megaproyek peternakan sapi perah terpadu akan segera dibangun di Kabupaten Brebes. Tak tanggung-tanggung, fasilitas ini diproyeksikan menjadi yang terbesar di Indonesia dengan populasi mencapai 30.000 ekor sapi.

Advertisement
Example 300x600
Scroll kebawah untuk lihat konten

​Langkah strategis yang digarap oleh PT Global Dairy Bersama (GDB) ini mendapat restu penuh dari Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi. Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mempermudah investasi yang berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat dan kemandirian pangan.​”Pemerintah sangat mendukung. Kita harus pastikan Brebes menjadi daerah yang memiliki daya saing tinggi. Fokus RPJM 2026 kita adalah swasembada pangan, termasuk susu, sehingga investasi ini sangat krusial,” ujar Ahmad Luthfi saat menerima audiensi dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan di Semarang, Kamis (16/4/2026).

​Solusi Tekan Angka Impor

Direktur Jenderal PKH Kementan, Agung Suganda, menjelaskan bahwa proyek di atas lahan seluas 710 hektare ini akan mengungguli rekor peternakan dalam satu hamparan yang saat ini ada di Indonesia. Kehadiran mega farm ini menjadi oase di tengah tingginya ketergantungan impor susu yang mencapai 80 persen.​”Jika sudah beroperasi, peternakan ini menyumbang sekitar 18 persen dari total produksi susu nasional. Jawa Tengah berpotensi besar naik ke peringkat kedua, bahkan menyamai dominasi Jawa Timur dalam produksi susu,” jelas Agung.

​Ekosistem Canggih dan Ramah Lingkungan

Proyek ini mengusung konsep close loop system yang modern dan berkelanjutan. Ihsan Mulia Putri, perwakilan dari PT GDB, menyebutkan bahwa seluruh operasional akan terintegrasi dari hulu hingga hilir, mulai dari pabrik pakan, pengolahan limbah menjadi biogas, hingga fasilitas pengolahan susu.​”Ini adalah ekosistem hijau. Limbah ternak diolah jadi energi, dan residunya menjadi pupuk. Kami menargetkan produksi perdana atau first milking dapat terlaksana pada Desember 2027,” tuturnya.

​Dampak Ekonomi Bagi Warga Lokal

Selain aspek industri, megaproyek ini menjadi angin segar bagi ekonomi kerakyatan. Sebanyak 8.000 peternak sapi perah dan 5.000 petani pakan akan dilibatkan dalam skema pemberdayaan masyarakat.

​Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, menyambut optimis kehadiran investasi berskala nasional ini. Ia berharap proyek ini mampu menjadi mesin penggerak dalam membuka lapangan kerja luas dan menekan angka kemiskinan di wilayahnya.​”Ini adalah kebanggaan warga Brebes. Kami siap mendukung penuh dari sisi regulasi agar investasi ini sukses dan memberikan manfaat nyata bagi ekonomi daerah,” pungkas Paramitha.

​Persiapan lahan direncanakan mulai berjalan pada Juni 2026, menandai dimulainya era baru industri susu di Jawa Tengah. **( Joko Longkeyang).

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *