Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaHeadline NewsPemerintahan

Gempur Kemiskinan Ekstrem, Ahmad Luthfi Ajak Kadin Jateng ‘Main Keroyokan’

364
×

Gempur Kemiskinan Ekstrem, Ahmad Luthfi Ajak Kadin Jateng ‘Main Keroyokan’

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Harianpemalang.id, Semarang – Penanganan kemiskinan di Jawa Tengah membutuhkan daya dobrak kolektif dari berbagai lini, termasuk sektor dunia usaha. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mendorong Kamar Dagang dan Industri (Kadin) untuk terlibat aktif dalam skema kolaborasi terpadu guna menekan angka kemiskinan ekstrem di wilayah tersebut.

​Pernyataan tegas tersebut disampaikan Ahmad Luthfi di sela agenda silaturahmi dan halalbihalal bersama pengurus Kadin Jawa Tengah yang berlangsung di Hotel Patra Semarang, Kamis (16/4/2026). Ia menekankan bahwa angka kemiskinan Jateng yang kini berada di angka 9,39% tidak akan turun signifikan jika dikerjakan sendiri-sendiri.

Advertisement
Example 300x600
Scroll kebawah untuk lihat konten

​Fokus pada Kebutuhan Dasar Terintegrasi

​Luthfi menjelaskan bahwa strategi “keroyokan” adalah kunci agar pengentasan kemiskinan tidak berjalan di tempat. Menurutnya, pemenuhan kebutuhan masyarakat tidak boleh dipandang secara terpisah, melainkan harus mencakup seluruh aspek fundamental hidup manusia.”Memerangi kemiskinan tidak cukup hanya bicara soal sandang, pangan, dan papan. Kita juga harus bicara akses kesehatan dan pendidikan. Semua elemen ini harus kita keroyok secara bersama-sama agar hasilnya nyata,” ujar Ahmad Luthfi.

​Capaian Program dan Inovasi Desa

​Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sendiri telah menunjukkan komitmen melalui sejumlah capaian konkret sepanjang tahun 2025, di antaranya:

​Rehabilitasi Rumah: Perbaikan sebanyak 17.000 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di berbagai daerah.

​Layanan Medis: Peluncuran program Dokter Spesialis Keliling (Speling) yang bertujuan memberikan akses kesehatan tingkat lanjut bagi warga pelosok yang selama ini sulit menjangkau fasilitas medis di kota.​”Masih banyak saudara kita di desa yang bahkan belum pernah berkonsultasi dengan dokter spesialis. Program Speling hadir untuk menjemput bola, membawa layanan medis langsung ke jantung desa,” imbuhnya.

​Optimalisasi CSR Dunia Usaha

​Selain program pemerintah, Gubernur secara khusus meminta Kadin untuk menata ulang penyaluran Corporate Social Responsibility (CSR). Ia berharap dana tanggung jawab sosial perusahaan diarahkan secara presisi untuk membantu warga yang masuk kategori miskin ekstrem.

​Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Kadin Jawa Tengah, Harry Nuryanto Soediro, menyambut baik ajakan kolaborasi ini. Ia menegaskan bahwa Kadin berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah dalam setiap langkah pembangunan ekonomi.​”Kadin siap bersinergi dan mengarahkan kekuatan dunia usaha untuk menyukseskan program pemerintah provinsi, khususnya dalam misi kemanusiaan menekan angka kemiskinan ekstrem ini,” pungkas Harry.

​Melalui kemitraan yang kian erat antara birokrasi dan pelaku usaha, diharapkan tren penurunan kemiskinan di Jawa Tengah dapat terakselerasi secara berkelanjutan dan menyentuh akar rumput paling bawah.**( Joko Longkeyang).

 

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *