Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaHeadline NewsPemerintahan

Ahmad Luthfi Klaim Pelayanan Penerimaan Murid Baru di Jateng Bebas Intervensi

3
×

Ahmad Luthfi Klaim Pelayanan Penerimaan Murid Baru di Jateng Bebas Intervensi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SEMARANG, Emsatunews.co.id, – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menjaga integritas pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMA dan SMK Negeri Tahun Ajaran 2026/2027. Seluruh tahapan seleksi dipastikan berjalan transparan, akuntabel, dan steril dari praktik titip-menitip bangku sekolah.

​Hal tersebut mengemuka saat Ahmad Luthfi melakukan peninjauan mendadak ke Posko SPMB di Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah serta SMA Negeri 3 Semarang pada Sabtu (13/6/2026) pagi. Inspeksi ini bertujuan untuk melihat langsung kualitas pelayanan publik serta memastikan pemenuhan hak pendidikan anak berjalan tanpa diskriminasi.”Masyarakat tidak ada yang komplain, bahkan mereka memberikan bintang lima. Artinya pelayanan dari dinas dan staf sangat baik dan luar biasa,” ujar Ahmad Luthfi seusai berdialog dengan sejumlah orang tua calon peserta didik.

Advertisement
Example 300x600
Scroll kebawah untuk lihat konten

​Berdasarkan evaluasi di lapangan, hambatan yang dihadapi warga sejauh ini mendominasi pada aspek teknis adaptasi digital. Banyak orang tua siswa yang masih kesulitan saat mengoperasikan aplikasi pendaftaran, terutama dalam proses mengunggah dokumen administrasi dan menentukan titik koordinat tempat tinggal. Kendati demikian, kesiapsiagaan petugas posko di setiap satuan pendidikan dinilai cepat dalam memberikan asistensi.

​Ahmad Luthfi mengapresiasi dedikasi para pendidik dan aparatur sipil negara yang tetap memberikan pelayanan prima kepada masyarakat meski di hari libur akhir pekan. Langkah ini krusial demi memastikan setiap anak di Jawa Tengah mendapatkan kesempatan yang setara untuk mengakses pendidikan berkualitas.​”Contohnya ibu ini, kita berusaha membantu agar bisa terakomodasi. Ini salah satu bentuk pelayanan agar anak-anak kita bisa menentukan pilihan pendidikan terbaik. Mereka adalah aset daerah dan masa depan Jawa Tengah,” ucapnya saat mendampingi salah satu pendaftar.

​Komitmen “No Jastip”

​Guna memitigasi potensi kecurangan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperketat pengawasan melalui slogan “No Titip-Titip, No Jastip”. Sistem seleksi didesain secara rigid dengan mengunci porsi kuota yang telah ditetapkan oleh regulasi.

​Untuk jenjang SMA Negeri, daya tampung dibagi menjadi empat jalur, yakni jalur domisili (zonasi) sebesar 33 persen, afirmasi bagi keluarga miskin sebesar 32 persen, jalur prestasi 30 persen, dan jalur perpindahan tugas orang tua sebanyak 5 persen. Sementara itu, untuk SMK Negeri, porsi terbesar bertumpu pada jalur prestasi dengan angka 75 persen, disusul jalur afirmasi 15 persen, dan jalur domisili sebesar 5 persen.”Percayalah, kita bisa merekrut peserta didik secara profesional, sesuai ketentuan, dan tidak melanggar hukum. Berikan penjelasan kepada seluruh orang tua secara gamblang agar tidak ada kesalahpahaman,” kata Luthfi secara virtual kepada para Kepala Cabang Dinas Pendidikan se-Jawa Tengah.

​Antisipasi Kendala Peladen

​Secara terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah Sadimin menjelaskan bahwa keandalan infrastruktur teknologi informasi menjadi fokus utama untuk menghindari kelumpuhan sistem akibat lonjakan trafik pendaftar.

​Dalam hal ini, Dinas Pendidikan bekerja sama dengan Dinas Komunikasi, Informatika, dan Digital (Diskomdigi) Jawa Tengah serta menggandeng perusahaan teknologi internasional, Alibaba, untuk menerapkan sistem cloud server auto scaling.

​Teknologi komputasi awan tersebut memungkinkan kapasitas peladen (server) meningkat secara otomatis secara real-time saat terjadi penumpukan arus data pendaftaran. Selain itu, keandalan proteksi data juga diperkuat dengan cadangan multi-zone serta enkripsi keamanan berbasis siber untuk mencegah potensi kebocoran data pribadi para siswa.”Kami menjamin perlindungan penuh terhadap data pribadi siswa dari risiko kebocoran data maupun serangan siber,” kata Sadimin menegaskan keandalan sistem digital SPMB tahun ini.( Joko Longkeyang).

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *