Harianpemalang.id, Semarang – Kepastian hukum kini menjadi “senjata” utama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam menarik minat investor global maupun domestik. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyatakan bahwa iklim ekonomi yang sehat hanya bisa tercipta jika didukung oleh sistem hukum yang transparan dan keamanan yang stabil.

Pesan tersebut ditegaskan Luthfi saat memberikan arahan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-VIII Kongres Advokat Indonesia (KAI) di Hotel Metro Park View, Semarang, Jumat (17/4/2026).
Memperkuat Kepercayaan Investor
Menurut Luthfi, peran advokat tidak hanya terbatas pada meja hijau, tetapi juga sebagai motor penggerak kepercayaan publik dalam roda pembangunan daerah. Kehadiran praktisi hukum yang berintegritas dinilai mampu memberikan jaminan keamanan bagi para penanam modal.”Jika hukum tertib, pembangunan otomatis akan melesat. Investor butuh jaminan bahwa di Jawa Tengah ada kepastian hukum. Inilah yang menumbuhkan rasa percaya diri mereka untuk membangun usaha di sini,” tutur Ahmad Luthfi.
Ia juga menambahkan bahwa para advokat harus terus meningkatkan kualitas melalui pendidikan berkelanjutan agar tetap relevan dengan tantangan era digital dan perubahan regulasi yang dinamis.
Pemerataan Keadilan hingga ke Desa
Selain urusan ekonomi, Luthfi memberikan atensi khusus pada pemerataan akses hukum bagi warga kecil. Ia mendorong optimalisasi Pos Bantuan Hukum (Posbakum) hingga menyentuh level pedesaan. Baginya, keadilan adalah hak dasar yang tidak boleh bersifat eksklusif.
”Akses keadilan harus menyentuh semua kalangan, tanpa terkecuali. Advokat memiliki tanggung jawab besar sebagai penjaga hak asasi manusia dan pemberi edukasi hukum untuk mencegah tindakan kriminalitas di masyarakat,” imbuhnya.
Visi Kolaborasi Bersama KAI
Dalam mewujudkan visi Jawa Tengah yang lebih maju, Luthfi mengusung konsep collaborative government. Ia mengundang KAI untuk terlibat aktif dalam reformasi birokrasi dan memperluas layanan bantuan hukum bagi masyarakat luas.”Membangun daerah memerlukan kebersamaan. Together we can, kita harus merangkul semua pihak untuk maju bersama,” pungkasnya.
Di tempat yang sama, Diewang Purnama selaku Ketua Panitia Rakernas ke-VIII KAI, mengungkapkan bahwa pertemuan ini menjadi ajang refleksi nasional. Agenda utama mereka adalah memastikan para advokat di seluruh Indonesia semakin profesional dan siap menghadapi pergeseran zaman yang semakin kompleks.**( Joko Longkeyang).











