Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaHeadline NewsPemerintahan

Selandia Baru Lirik Potensi Jateng: Fokus Garap EBT dan Sektor Ternak

361
×

Selandia Baru Lirik Potensi Jateng: Fokus Garap EBT dan Sektor Ternak

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Harianpemalang.id, SEMARANG – Provinsi Jawa Tengah (Jateng) menjadi daya tarik tersendiri bagi investor global. Terbaru, Pemerintah Selandia Baru secara resmi menjajaki kolaborasi strategis dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang mencakup sektor energi hijau, peternakan, hingga penguatan sumber daya manusia melalui pendidikan.

​Rencana besar ini dibahas dalam pertemuan antara Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia, Philip Nathan Taula, bersama Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, di Kantor Gubernur, Semarang, pada Senin (4/5/2026).

Advertisement
Example 300x600
Scroll kebawah untuk lihat konten

​Transfer Teknologi Energi Panas Bumi

​Dalam pertemuan tersebut, Philip Taula menekankan bahwa Selandia Baru memiliki rekam jejak yang kuat dalam pengelolaan Energi Baru Terbarukan (EBT), khususnya panas bumi. Ia menyebutkan bahwa 30 persen kebutuhan listrik di negaranya bersumber dari geotermal, sebuah model yang sangat mungkin diadaptasi di Jawa Tengah.”Kami melihat Jawa Tengah memiliki visi yang selaras dengan kami dalam transisi ekonomi hijau. Pengalaman kami dalam teknologi panas bumi bisa menjadi referensi berharga bagi pembangunan berkelanjutan di sini,” ujar Philip.

​Revolusi Sapi Perah dan Ketahanan Pangan

​Sektor peternakan menjadi poin krusial lainnya dalam penjajakan ini. Selandia Baru menawarkan dukungan pada aspek breeding (pemuliaan) genetik sapi perah guna mendongkrak produksi susu nasional.

​Gubernur Ahmad Luthfi menyambut antusias peluang ini. Ia menyoroti keberhasilan Selandia Baru yang mampu mengelola 28 juta ekor ternak meski hanya berpenduduk 5 juta jiwa. Rasio ini dinilai sebagai standar tinggi yang ingin dicapai Jawa Tengah untuk memperkuat swasembada daging dan susu.”Kerja sama ini sangat relevan dengan agenda nasional terkait ketahanan pangan. Kami ingin mengadopsi efisiensi peternakan mereka agar berdampak nyata bagi peternak lokal di Jateng,” tegas Luthfi.

​Peluang Investasi dan Beasiswa Pendidikan

​Selain sektor teknis, Ahmad Luthfi juga menawarkan peluang investasi di sektor perikanan melalui optimalisasi kampung-kampung nelayan. Di sisi lain, sektor pendidikan tetap menjadi jembatan diplomasi yang utama.

​Hingga saat ini, ratusan warga Indonesia telah menempuh kursus maupun pendidikan formal di Selandia Baru. Kerja sama yang telah terjalin dengan institusi seperti Universitas Diponegoro (Undip) rencananya akan diperluas guna memberikan akses beasiswa lebih besar bagi mahasiswa asal Jawa Tengah.

​Luthfi berharap pertemuan ini segera ditindaklanjuti dengan langkah-langkah konkret, termasuk rencana studi komparatif ke Selandia Baru. Sinergi ini diproyeksikan mampu mempercepat transformasi Jawa Tengah menuju provinsi berbasis industri ramah lingkungan dan sentra peternakan modern di Indonesia.**( Joko Longkeyang).

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *