Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaHeadline NewsPemerintahan

Jateng Bidik Investasi Hijau, Ahmad Luthfi Rayu Pengusaha Tiongkok

400
×

Jateng Bidik Investasi Hijau, Ahmad Luthfi Rayu Pengusaha Tiongkok

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Harianpemalang.id, Pemalang – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kian agresif memperkuat posisinya sebagai magnet investasi global. Dalam sebuah pertemuan strategis di Jakarta, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memamerkan potensi besar sektor energi baru terbarukan (EBT) dan teknologi pengolahan limbah menjadi listrik kepada para pemodal asal Tiongkok.

​Langkah jemput bola ini dilakukan Luthfi dalam acara Pertukaran Tokoh Politik dan Bisnis Tiongkok-Indonesia yang digelar di Grand Hyatt, Jakarta, Jumat (22/5/2026) malam. Forum tersebut dihadiri oleh jajaran petinggi perusahaan raksasa dari Negeri Tirai Bambu yang tengah melirik peluang ekspansi di Tanah Air.

Advertisement
Example 300x600
Scroll kebawah untuk lihat konten

​Pusat Ekonomi Masa Depan

​Ahmad Luthfi menegaskan bahwa Jawa Tengah adalah pilihan paling logis bagi investor global karena keunggulan letak geografis dan kesiapan infrastrukturnya. Ia menyebut provinsi ini sebagai hub ekonomi nasional yang sangat prospektif.

​”Kami mengundang investor global, terutama dari Tiongkok, untuk melihat Jawa Tengah. Secara geologi dan strategi, wilayah kami telah siap menjadi pusat pertumbuhan industri baru,” ujar Luthfi di hadapan para peserta forum.

​Data menunjukkan performa ekonomi Jateng terus menanjak:

​1. Total Investasi 2025: Menembus Rp110,02 triliun.

​2. Capaian Triwulan I 2026: Telah mencapai Rp23,02 triliun.

​3. Pertumbuhan Ekonomi: Berada di angka optimistis 5,89 persen.

​Saat ini, Tiongkok tercatat sebagai salah satu penyumbang investasi terbesar di wilayah tersebut dengan total nilai mencapai Rp10,13 triliun.

​Fokus pada Teknologi “Sampah Menjadi Listrik”

​Salah satu poin utama yang menjadi daya tarik adalah tawaran tujuh proyek energi hijau. Proyek tersebut mencakup Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), panas bumi (geothermal), hingga teknologi waste to energy atau pengolahan sampah menjadi sumber listrik.

​Luthfi menjelaskan bahwa fokus pada sektor ramah lingkungan ini selaras dengan upaya pemerintah dalam menyelesaikan permasalahan limbah domestik melalui sentuhan teknologi modern.

​Respons Positif Investor Global

​Keinginan Jawa Tengah disambut hangat oleh para pelaku bisnis. CEO PT WOOK Global Technology, Cu Longhua, menyatakan bahwa pihaknya sangat tertarik dengan visi pemerintah Indonesia—khususnya dorongan Presiden Prabowo terkait pengelolaan sampah.

​”Kami memiliki keunggulan teknologi dalam pengolahan limbah dan energi baru. Ada potensi kolaborasi yang sangat besar di sini,” ungkap Cu Longhua.

​Senada dengan itu, CEO AAC Technologies Holdings, Benjamin Pan, melihat Jawa Tengah sebagai episentrum industri manufaktur di Asia Tenggara. Ia menilai kolaborasi antara modal Tiongkok dan pasar Indonesia akan menciptakan pembangunan industri yang berkualitas tinggi.

​Kini, Jawa Tengah telah memiliki tujuh kawasan industri yang sudah beroperasi penuh, dengan 12 kawasan tambahan yang sedang disiapkan untuk memastikan pemerataan ekonomi di seluruh pelosok provinsi. ( Ahmad Joko).

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *