Harianpemalang.id, Pemalang – Era kebangkitan olahraga Kabupaten Pemalang resmi bergulir. Pengurus KONI Kabupaten Pemalang periode 2026-2030 resmi dilantik di Pendopo Kabupaten pada Sabtu (23/5/2026). Prosesi ini bukan sekadar seremoni, melainkan awal dari misi besar membawa nama Pemalang sejajar dengan raksasa olahraga di Jawa Tengah.
Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, Ketua KONI Jawa Tengah Dr. Ir. Sujarwanto Dwiatmoko, M.Si., serta jajaran tokoh lintas sektor dari wilayah eks Karesidenan Pekalongan.
Misi Keluar dari “Zona Empat Bawah”
Dalam sambutan yang membakar semangat, Bupati Pemalang Anom Widiyantoro memberikan tantangan terbuka bagi jajaran pengurus yang baru dikukuhkan. Ia berharap Pemalang tidak lagi sekadar menjadi pelengkap di klasemen bawah prestasi olahraga tingkat provinsi.
”Kita punya potensi besar. Target kita jelas: harus keluar dari zona empat besar terbawah. Saya ingin ke depan Pemalang mampu merangsek ke posisi tiga besar atau bahkan dua besar di Jawa Tengah. Dengan kolaborasi, tidak ada yang tidak mungkin,” tegas Anom.
Bupati menekankan bahwa olahraga adalah instrumen vital dalam membentuk karakter tangguh generasi muda, terutama di tengah arus deras perkembangan teknologi yang cenderung membuat anak muda kurang bergerak.
Target Kilat Porprov Oktober 2026
Ketua KONI Kabupaten Pemalang, Prasetyo Widyatmoko, S.T.P., merespons cepat tantangan tersebut. Ia menyatakan bahwa fokus utama saat ini adalah pemusatan latihan atlet untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah di Semarang Raya pada Oktober mendatang.
Prasetyo menilai, sinergi antara pemerintah, pengusaha, dan cabang olahraga sangat krusial agar KONI dapat bergerak lari. “Olahraga harus hadir sebagai solusi sehat bagi masyarakat sekaligus ladang prestasi bagi atlet kita,” ungkapnya.
Olahraga vs Gadget
Sementara itu, Ketua KONI Jateng Sujarwanto Dwiatmoko mengingatkan pentingnya peran olahraga sebagai penyeimbang di era digital. Ia mengapresiasi semangat kolektif di Pemalang yang ingin menarik minat anak-anak dari ketergantungan gawai menuju arena prestasi.
“Jangan sampai generasi kita kehilangan arah karena hanya asyik dengan gawai. Melalui olahraga, mereka diajarkan arti kerja keras, kejujuran, dan persatuan,” tutur Sujarwanto.
Prosesi pelantikan ditutup dengan nuansa kekeluargaan yang kental, dihadiri oleh pengurus KONI dari wilayah tetangga seperti Tegal dan Brebes. Kehadiran mereka seolah menegaskan bahwa persaingan hanya ada di lapangan, namun kemajuan olahraga tetap membutuhkan kolaborasi lintas daerah.( Ahmad Joko).











