Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaHeadline NewsPemerintahan

Pesisir Pemalang Dikepung Rob, Bupati Instruksikan Gerakan Serentak Tolak Pasif!

14
×

Pesisir Pemalang Dikepung Rob, Bupati Instruksikan Gerakan Serentak Tolak Pasif!

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Harianpemalang.id, Pemalang – Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Kabupaten Pemalang tidak sekadar menjadi seremonial belaka. Menghadapi ancaman nyata krisis iklim, Pemerintah Kabupaten Pemalang langsung tancap gas lewat aksi nyata penanaman 3.000 bibit mangrove di kawasan pesisir Desa Pesantren, Kecamatan Ulujami, pada Sabtu (6/6/2026).

​Mengusung tema besar “Saatnya Bekerja Untuk Iklim”, aksi hijau ini dikomandoi langsung oleh Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro. Agenda ini juga diikuti oleh Ketua TP PKK, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), serta ratusan sukarelawan dari berbagai komunitas pencinta alam.

Advertisement
Example 300x600
Scroll kebawah untuk lihat konten

​Petakan Masalah, Bidik Anggaran Tepat Sasaran

​Dalam orasinya, Bupati Anom Widiyantoro menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk bergerak cepat menyusun matriks persoalan ekologi secara terstruktur. Menurutnya, pemetaan yang detail sangat krusial agar alokasi anggaran daerah tidak meleset dan benar-benar menyelesaikan akar masalah.​”Tantangan lingkungan hidup yang kita hadapi saat ini sangat kompleks, menjalar dari tingkat global hingga ke pelosok desa. Karena itu, intervensi anggaran harus berbasis data yang akurat agar tepat sasaran,” ujar Anom dengan tegas.

​Ia juga menegaskan bahwa gerakan penyelamatan bumi ini wajib digelorakan secara masif di seluruh sudut Kabupaten Pemalang, bukan hanya berfokus di wilayah Ulujami semata.

​Sinergi Lintas Daerah demi Solusi Sampah dan Rob

​Lebih lanjut, Anom membeberkan fakta mencengangkan terkait kondisi pesisir Pemalang. Saat ini, lebih dari 1.000 hektare lahan di garis pantai setempat telah terdampak oleh rendaman banjir rob. Mengingat skalanya yang masif, Pemkab Pemalang kini tengah intens berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar penanggulangan rob di daerah tersebut masuk dalam skala prioritas nasional.

​Selain persoalan abrasi dan rob, sektor pengelolaan sampah modern berbasis waste to energy (pengolahan sampah menjadi energi) juga menjadi sorotan. Anom mengakui, proyek besar tersebut membutuhkan skala ekonomi yang luas dan tidak bisa diselesaikan secara parsial oleh satu daerah saja, melainkan butuh kerja sama taktis antarkabupaten.

​Sentilan Keras Bupati: Stop Saling Menyalahkan saat Banjir

​Ada momen menarik saat Bupati memberikan analogi tentang kebiasaan masyarakat yang sering kali terlambat merespons tanda-tanda alam, seperti kedatangan musim hujan. Ia menyentil keras sikap pasif sebagian warga dan mendesak dihidupkannya kembali tradisi gotong royong serta kerja bakti di lingkungan masing-masing.​”Jangan menyalakan alarm tanda bahaya hanya saat musibah sudah di depan mata. Begitu banjir melanda, yang ada justru saling menunjuk dan menyalahkan. Padahal, kita sendiri abai melakukan mitigasi sejak awal,” cetusnya.

​Menutup rangkaian acara, Anom mengingatkan bahwa pelestarian alam yang digalakkan hari ini adalah bentuk investasi jangka panjang. Menjaga kelestarian ekosistem bukan sekadar tugas melainkan kewajiban moral demi mewariskan lingkungan yang layak huni bagi generasi masa depan Pemalang.( Ahmad Joko ).

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *