Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaHeadline NewsPemerintahan

Mageri Segoro: Jawa Tengah Menjaga Pesisir dari Abrasi

10
×

Mageri Segoro: Jawa Tengah Menjaga Pesisir dari Abrasi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Harianpemalang.id, Pemalang  – Suara ombak Pantai Tirang, Sabtu (6/6/2026), menjadi saksi gerakan besar yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Dalam rangka Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memimpin penanaman ribuan bibit mangrove dan cemara laut sebagai bagian dari Gerakan Mageri Segoro.

Krisis lingkungan yang ditandai abrasi, rob, penurunan muka tanah, hingga persoalan sampah disebut Luthfi sebagai ancaman nyata bagi ruang hidup masyarakat pesisir. Ia menekankan bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, melainkan gerakan kolektif yang melibatkan warga, dunia usaha, komunitas, hingga kalangan pendidikan.  “Lingkungan adalah masa depan anak-anak kita. Menanam itu mudah, tetapi merawat jauh lebih penting agar hasilnya bisa dinikmati generasi mendatang,” ujar Luthfi.

Advertisement
Example 300x600
Scroll kebawah untuk lihat konten

Sebagai aksi nyata, penanaman dilakukan serentak di 16 kabupaten/kota pesisir Jawa Tengah dengan total lebih dari 92.000 bibit mangrove dan tanaman pantai. Upaya ini diharapkan memperkuat garis pantai yang terus tergerus abrasi dan melindungi permukiman warga dari ancaman rob.

Selain penanaman, Luthfi menyoroti pengelolaan air tanah yang berlebihan sebagai penyebab penurunan muka tanah. Ia meminta evaluasi kebijakan dilakukan lebih intensif, termasuk pemanfaatan teknologi desalinasi untuk menyediakan air bersih bagi masyarakat pesisir.

Persoalan sampah juga menjadi perhatian. Sejalan dengan target nasional menuju zero waste 2029, Pemprov Jateng mendorong pengelolaan regional dan pemanfaatan teknologi refuse-derived fuel (RDF) sebagai bahan bakar alternatif industri.

Momentum Hari Lingkungan Hidup ini menegaskan bahwa upaya menjaga pesisir bukan sekadar menanam pohon, melainkan merawat kehidupan. Dengan tema “Saatnya Bekerja untuk Iklim”, Jawa Tengah meneguhkan komitmen menghadapi krisis iklim melalui aksi nyata, kolaborasi, dan kesadaran bersama. ( Ahmad Joko)?

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *