Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaHeadline NewsPemerintahan

Rabuan Mahasiswa Undip Terjun ke Desa, Percepat Wujudkan Kecamatan Berdaya di Jateng

14
×

Rabuan Mahasiswa Undip Terjun ke Desa, Percepat Wujudkan Kecamatan Berdaya di Jateng

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SEMARANG,HARIANPEMALANG.ID — Membangun daerah tidak bisa hanya mengandalkan satu kekuatan saja. Kesadaran itulah yang mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mempererat kerja sama strategis dengan dunia pendidikan tinggi. Sebanyak 4.620 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro (Undip) secara resmi diterjunkan ke 10 kabupaten dan kota untuk menjadi garda depan suksesnya Program Kecamatan Berdaya.

Pelepasan rombongan mahasiswa berlangsung meriah namun tetap khidmat di kawasan Muladi Dome, Semarang, pada Selasa (7/7/2026). Acara ini dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, yang didampingi jajaran pimpinan universitas dan pejabat terkait. Di kesempatan terpisah namun di hari yang sama, Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen juga melepas mahasiswa KKN dari Universitas Jenderal Soedirman untuk menjalankan tugas serupa di wilayah penugasannya masing-masing.

Advertisement
Example 300x600
Scroll kebawah untuk lihat konten

Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan bahwa Program Kecamatan Berdaya menjadi terobosan penting mengingat Jawa Tengah memiliki lebih dari 8.700 desa dengan latar belakang, kebutuhan, dan potensi yang sangat beragam. Menurutnya, pendekatan pembangunan yang seragam tidak lagi efektif untuk menjawab tantangan zaman. Oleh karena itu, melibatkan mahasiswa sebagai tenaga intelektual muda menjadi solusi tepat. “Kehadiran adik-adik mahasiswa ini bukan sekadar melengkapi syarat studi. Mereka diharapkan mampu melihat secara mendalam kondisi di lapangan, mencatat persoalan, hingga memberikan gagasan yang teruji secara ilmiah. Dengan begitu, kebijakan yang kami susun nantinya akan lebih tepat sasaran dan bermanfaat langsung bagi warga,” tegas Gubernur Luthfi.

Dukungan penuh juga disampaikan oleh Rektor Undip, Suharnomo. Ia menyatakan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk menyumbangkan ilmu demi kemajuan daerah. KKN kali ini dirancang secara tematik agar fokus pada isu strategis: mulai dari kesehatan lingkungan, pengelolaan sumber daya alam, hingga pengembangan ekonomi kerakyatan. “Kami siap mendukung sepenuhnya. Kegiatan ini menjadi sarana mengaplikasikan teori di bangku kuliah ke dalam praktik nyata. Harapannya, lahir solusi yang berkelanjutan dan dapat terus dikembangkan oleh masyarakat sendiri setelah masa penugasan selesai,” ujarnya.

Berbagai program unggulan sudah disiapkan. Di Desa Kunti, Boyolali, tim mahasiswa kesehatan akan meningkatkan kesadaran hidup sehat dan pemeriksaan kesehatan dasar. Di Desa Jendi, Wonogiri, solusi pengolahan limbah menjadi pupuk cair serta pendampingan usaha kerupuk dan peternakan menjadi prioritas untuk mengatasi masalah lingkungan dan meningkatkan pendapatan warga.

Langkah ini membuktikan bahwa sinergi antara pemerintah dan kampus menciptakan kekuatan ganda. Melalui kerja sama ini, diharapkan setiap desa mampu tumbuh mengandalkan kelebihannya masing-masing, menjadikan Kecamatan Berdaya bukan sekadar nama program, melainkan kenyataan yang membawa kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Jawa Tengah.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *