Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaHeadline NewsPemerintahan

Bupati Anom Bawa Sendratari ‘Banyu Panguripan’ ke Jakarta

34
×

Bupati Anom Bawa Sendratari ‘Banyu Panguripan’ ke Jakarta

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA, HARIANPEMALANG.ID – Panggung Anjungan Provinsi Jawa Tengah di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta kembali bergema dengan alunan gamelan dan gerak tari yang memukau pada Minggu (28/6/2026). Kali ini, Kabupaten Pemalang hadir dengan sebuah karya kolosal bertajuk Sendratari “Banyu Panguripan” atau Air Kehidupan. Pertunjukan yang melibatkan sekitar 50 seniman dari Sanggar Tari Srimpi dan Sanggar Karawitan Pacul Goang ini bukan sekadar tontonan estetis, melainkan manifestasi dari komitmen mendalam masyarakat Pemalang dalam menjaga kelestarian sumber daya alam.

Bupati Pemalang, Anom Widyantoro, yang hadir didampingi Wakil Bupati Nurkholes serta Ketua TP PKK dr. Noor Faizah Maenofie, menegaskan bahwa filosofi di balik pertunjukan ini berakar dari realitas wilayah Pemalang. Sebagai daerah yang berhasil menjaga pasokan air bersih 100 persen dari mata air pegunungan alami melalui PDAM Tirta Mulia, Pemalang ingin menyampaikan pesan bahwa air adalah sumber kehidupan yang harus dijaga dengan penuh rasa syukur.“Pementasan ini merupakan cerminan kita dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus bersahabat dengan alam. Ini bukan sekadar simbol di atas panggung, melainkan refleksi aktivitas pelestarian budaya yang terus bergelora di Kabupaten Pemalang,” ujar Anom dalam sambutannya.

Advertisement
Example 300x600
Scroll kebawah untuk lihat konten

Anom menjelaskan bahwa regenerasi budaya di Pemalang dilakukan sejak usia dini melalui pembinaan sanggar-sanggar seni lokal. Hal ini sejalan dengan gerakan Misi Rhapsodi (Resik, Hijau, Apik, Peduli, Silaturahmi, Organisatoris, Digitalisasi, Ikhlas) yang rutin dilaksanakan pemerintah daerah setiap Selasa dan Jumat. Sinergi antara pelestarian budaya dan perlindungan lingkungan ini diharapkan menjadi warisan berharga bagi generasi masa depan.

Keunikan Sendratari “Banyu Panguripan” terletak pada inovasinya memadukan dimensi seni tari klasik dengan seni pakeliran (wayang). Langkah strategis ini diambil sebagai jawaban atas tantangan era modern, di mana pendekatan kreatif diperlukan untuk merangkul minat generasi muda terhadap warisan leluhur. Kisah yang diangkat menceritakan perjuangan masyarakat Kecamatan Pulosari di masa lalu yang menghadapi kekeringan, hingga akhirnya menemukan mata air melalui ritual agung sebagai wujud syukur.

Apresiasi tinggi datang dari perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Menuk Indriastuti, Kasubbag Tata Usaha Badan Penghubung Prov. Jateng. Ia memuji totalitas tim kesenian Pemalang yang tampil prima meski baru menjalani gladi bersih pada pagi harinya.“Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya. Pemkab Pemalang konsisten bersinergi dengan provinsi dalam merawat kebudayaan. Perpaduan tari dan wayang ini sangat menginspirasi dalam upaya mengenalkan seni budaya kepada generasi depan,” kata Menuk.

Acara yang juga dihadiri oleh Paguyuban Perantau Pemalang (P-Three), Ikatan Masyarakat Pemalang (IKMAL), serta para pengunjung TMII ini diakhiri dengan serah terima cinderamata sebagai tanda persahabatan dan dukungan berkelanjutan terhadap pelaku seni daerah. Melalui langkah ini, Pemalang membuktikan bahwa budaya lokal mampu berbicara lantang di tingkat nasional, membawa pesan perdamaian, kelestarian, dan kemanusiaan. *( Joko Longkeyang Longkeyang).

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *