PEMALANG, Harianpemalang.id — Ada pemandangan berbeda di kawasan Lampu Merah Blandong, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Alih-alih menggunakan tindakan represif, Camat Comal, Muchammad Maksum, S.IP., M.M., memilih turun langsung menemui dan merangkul anak-anak jalanan serta komunitas punk yang biasa mengamen di area tersebut pada Minggu (12/7/2026).
Langkah menyentuh ini diambil sebagai bagian dari upaya penanganan masalah sosial secara mendasar. Mengenakan pakaian kasual, pemimpin wilayah Comal tersebut duduk bersama dan membuka ruang dialog hangat dengan para remaja eksentrik yang kerap menghabiskan waktu di jalanan.
Saat diwawancarai di lokasi, Muchammad Maksum mengungkapkan bahwa anak-anak jalanan ini bukanlah musuh ketertiban, melainkan generasi muda yang membutuhkan arahan dan kesempatan kedua.
”Mereka ini anak-anak kita juga, punya masa depan yang masih panjang. Kalau hanya diusir, mereka akan pindah ke tempat lain tanpa ada solusi. Hari ini kami datang untuk mendengar cerita mereka, menyentuh hatinya, dan mencari jalan keluar bersama,” ungkap Muchammad Maksum dengan nada humanis, Minggu (12/7/2026).
Mendengar dari Hati ke Hati
Dalam pemantauan tersebut, suasana tegang sama sekali tidak terlihat. Sebaliknya, dialog mengalir secara kekeluargaan. Camat Comal mendengarkan satu per satu alasan mengapa para remaja tersebut memilih turun ke jalan, mulai dari faktor ekonomi hingga masalah keluarga.
Pendekatan personal ini sengaja dilakukan untuk memetakan identitas dan asal-usul mereka. Dari data awal tersebut, pihak kecamatan dapat merumuskan langkah perlindungan yang tepat, terutama bagi anak-anak yang masih masuk dalam kategori usia sekolah.
Membuka Jalan Menuju Masa Depan yang Lebih Baik
Pemerintah Kecamatan Comal menegaskan komitmennya untuk tidak membiarkan anak-anak ini larut dalam kerasnya kehidupan jalanan. Pihak kecamatan berencana bersinergi dengan Dinas Sosial Kabupaten Pemalang untuk memfasilitasi pelatihan keterampilan kerja.
Melalui pendekatan yang memanusiakan manusia ini, Muchammad Maksum berharap para remaja di Lampu Merah Blandong bisa perlahan meninggalkan jalanan dan beralih ke aktivitas yang lebih produktif serta aman. Langkah ini diharapkan mampu mengembalikan fungsi jalan raya yang tertib sekaligus menyelamatkan masa depan generasi muda Pemalang.( Ahmad Joko).











