PEMALANG, HARIANPEMALANG.ID – Gelaran Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Tahun 2026 di Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang, memasuki fase krusial. Pada Jumat (3/7/2026), Pendopo Kecamatan Comal menjadi saksi bisu pengambilan sumpah dan janji bagi Tim Pengawas Pilkades tingkat kecamatan. Momen sakral ini dipimpin langsung oleh Camat Comal, Muchammad Maksum, S.IP., M.M., dan dihadiri oleh seluruh elemen strategis daerah, termasuk Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), Kepala Desa se-Kecamatan Comal, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta Kepala KUA Zaenul Muttaqin, S.Ag., M.Si.
Dalam kesempatan tersebut, Camat Muchammad Maksum resmi melantik empat orang pengawas yang akan mengawal jalannya demokrasi di tingkat desa. Drs. Trimanto, A.P. dipercaya memimpin tim sebagai ketua, didampingi tiga anggota yaitu M. Idzar Nurfalaakh, S.Tr.IP., Eko Setiawan, S.E., dan Arief Tri Atmoko, S.I.P. Pelantikan ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan tonggak penting dalam menjamin integritas proses pemilihan. Kehadiran Kapolsek Comal yang diwakili Kanit Binmas Aiptu Aris Widitanto juga menegaskan bahwa keamanan dan ketertiban menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan pilkades.
Muchammad Maksum memberikan amanat tegas kepada para pengawas yang baru saja bersumpah. Ia mengingatkan bahwa posisi pengawas ibarat wasit dalam sebuah pertandingan; tidak boleh memihak dan harus berdiri di atas semua golongan. “Jaga netralitas karena tim pengawas adalah penjaga gawang demokrasi. Jika wasitnya bias, maka permainan tidak akan pernah adil,” tegasnya di hadapan sekitar 70 tamu undangan. Pesan ini disampaikan mengingat dinamika politik di tingkat desa seringkali melibatkan emosi dan kepentingan personal yang kompleks.
Selain netralitas, Camat juga mewajibkan tim pengawas untuk mendalami petunjuk teknis (juknis) dan petunjuk pelaksanaan (jukrah) secara menyeluruh. Pemahaman aturan yang matang diperlukan agar pengawasan berjalan objektif dan berbasis bukti, bukan asumsi. Lebih lanjut, Muchammad menekankan pentingnya deteksi dini terhadap potensi pelanggaran. Pengawas diharapkan proaktif mengidentifikasi risiko konflik sebelum meletus, sehingga langkah preventif dapat segera diambil. Sinergitas dengan tokoh masyarakat, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas dinilai sebagai strategi ampuh untuk meredam tensi dan menjaga kondusivitas wilayah.
Rangkaian acara berlangsung khidmat dimulai dari pembacaan Keputusan Camat tentang pembentukan tim pengawas, dilanjutkan dengan pengambilan sumpah/janji, penandatanganan berita acara, hingga penyerahan surat keputusan kepada Ketua Tim Pengawas Drs. Trimanto. Doa bersama dipanjatkan agar tugas berat ini dimudahkan dan senantiasa mendapat ridho Tuhan Yang Maha Esa. Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB ini berakhir dengan aman dan kondusif pada pukul 10.45 WIB, ditandai dengan sesi foto bersama para pejabat dan pengawas.
Pelantikan Tim Pengawas Pilkades Serentak 2026 di Comal ini menjadi sinyal positif bagi kematangan demokrasi lokal. Ketika aparat pemerintah, kepolisian, dan lembaga pengawas bergerak satu irama dengan prinsip profesionalisme, maka kepercayaan publik terhadap proses pemilihan kepala desa akan semakin kokoh. Masyarakat Comal kini menanti pelaksanaan pilkades yang jujur, adil, dan transparan. Selamat bertugas kepada para pengawas; jadilah wasit yang berani menegakkan kebenaran demi masa depan desa yang lebih baik. ( Joko Longkeyang).











