COMAL, HARIANPEMALANG.ID – Transformasi pendidikan karakter di tingkat kecamatan mengambil wujud nyata melalui kolaborasi unik antara organisasi kepemudaan veteran dan perwakilan suara anak. Di SMP Negeri 1 Comal, Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027 tidak hanya diisi dengan perkenalan fasilitas fisik, tetapi juga penguatan fondasi mental kebangsaan.
Dua hari berturut-turut, tepatnya pada Senin (13/7/2026) dan Selasa (14/7/2026), Tim DHR 45 Kecamatan Comal bersama Forum Anak Kecamatan Comal turun langsung memberikan materi esensial kepada ratusan peserta didik baru. Langkah strategis ini merupakan implementasi konkret dari visi”Kecamatan Berdaya” yang diusung oleh Camat Comal, Muchammad Maksum, S.IP., M.M.
Pada hari pertama, Sutrisno, S.Pd. selaku Ketua DHR 45 Kecamatan Comal didampingi Eko Setiawan, Kasi Trantib yang mewakili Camat, memimpin sesi penanaman “Jiwa Korsa Semangat Nasionalisme Kebangsaan ’45” (JKSN ’45). Materi ini dirancang khusus untuk mentransfer nilai-nilai luhur perjuangan kemerdekaan ke dalam konteks kehidupan siswa modern.
Tujuannya jelas: membentuk karakter generasi muda yang berintegritas, cinta tanah air, dan memiliki semangat persatuan yang kuat sebagai bekal menghadapi tantangan globalisasi.
Kehadiran tokoh-tokoh senior dalam forum MPLS memberikan bobot historis yang tidak bisa didapatkan dari buku teks semata, menjadikan nasionalisme sebagai nilai yang hidup dan relevan.
Momentum berlanjut pada hari kedua dengan kehadiran Forum Anak Kecamatan Comal yang turut berperan aktif memfasilitasi kegiatan. Uniknya, anggota forum ini juga merupakan pengurus OSIS SMPN 1 Comal, sehingga mereka bertindak sebagai jembatan komunikasi yang efektif antara panitia dewasa dan peserta didik baru.
Keterlibatan mereka bukan sekadar simbolis, melainkan bentuk penguatan partisipasi anak dalam pengambilan keputusan publik sesuai amanat Undang-Undang Perlindungan Anak. Melalui pendekatan sebaya (peer education), Forum Anak berhasil menciptakan suasana MPLS yang inklusif, menyenangkan, dan bebas dari intimidasi, sekaligus mendukung terwujudnya lingkungan sekolah ramah anak yang menjadi indikator utama Kecamatan Berdaya.
Camat Comal Muchammad Maksum menegaskan bahwa sinergi lintas elemen seperti ini adalah kunci keberhasilan pembangunan SDM di tingkat akar rumput. Ketika organisasi kemasyarakatan, pemerintah kecamatan, dan kelompok anak mampu bergerak satu arah, maka proses internalisasi nilai-nilai positif akan terjadi secara organik dan berkelanjutan. Program MPLS di SMPN 1 Comal kali ini membuktikan bahwa pendidikan karakter tidak harus selalu bersifat formal dan kaku; ia bisa dikemas dengan kreatif, melibatkan berbagai pemangku kepentingan, dan tetap menyentuh hati para pelajar.
Langkah inovatif di Comal ini layak menjadi rujukan bagi daerah lain. Bahwa untuk mencetak generasi emas, diperlukan ekosistem pendidikan yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat, dari veteran pejuang hingga anak-anak itu sendiri. ( Joko Longkeyang).











