Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaHeadline NewsPemerintahan

Krisis Air Meluas, Pemprov Jateng Pasok 3,2 Juta Liter Air ke Daerah Siaga

10
×

Krisis Air Meluas, Pemprov Jateng Pasok 3,2 Juta Liter Air ke Daerah Siaga

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BATANG, Harianpemalang.id — Langkah taktis diambil Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam menghadapi puncak musim kemarau 2026. Guna menyelamatkan puluhan ribu warga dari krisis air bersih, pasokan sebanyak 3,2 juta liter air mulai diguyur secara masif ke wilayah-wilayah terdampak kekeringan.

​Berdasarkan data terkini hingga pertengahan Juli 2026, operasi darurat ini telah berhasil menjangkau 81.297 jiwa yang tersebar di 15 kabupaten. Skema distribusi cepat menjadi prioritas utama demi mencegah kelangkaan air yang kian meluas.

Advertisement
Example 300x600
Scroll kebawah untuk lihat konten

​Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyatakan bahwa pihaknya bergerak berbasis data lapangan. Ia telah menginstruksikan seluruh jajaran kepala daerah di tingkat kabupaten dan kota untuk mempercepat pemetaan kawasan rawan.​”Para bupati dan wali kota sudah membuat pemetaan (mapping). Sudah dipetakan mana daerah-daerah yang kekeringan,” kata Ahmad Luthfi saat memberikan keterangan di Batang, kemarin.

​Luthfi menegaskan, hasil pemetaan tersebut langsung dijadikan rujukan teknis agar intervensi yang dilakukan oleh pemerintah provinsi bersama pemerintah daerah berjalan efektif dan sesuai dengan karakteristik kebutuhan geografi setempat.

​”Prinsipnya, bupati dan wali kota sudah punya data. Tinggal kita mengeksekusi kegiatannya,” ucap Luthfi secara lugas.

​Daftar Rinci 16 Daerah Berstatus Siaga Kekeringan

​Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah mengonfirmasi ada 16 wilayah yang kini resmi menetapkan status siaga darurat kekeringan. Daerah tersebut meliputi:

​Wilayah Kabupaten: Sukoharjo, Demak, Temanggung, Brebes, Kendal, Sragen, Banjarnegara, Purbalingga, Grobogan, Semarang, Pemalang, Wonosobo, Purworejo, dan Wonogiri.

​Wilayah Kota: Kota Salatiga dan Kota Tegal.

​Secara kumulatif sejak 5 Juni hingga 14 Juli 2026, armada pengangkut air telah menyalurkan sebanyak 660 tangki atau setara 3.258.000 liter air bersih. Bantuan ini menyasar 30.378 kepala keluarga (KK) di kantong-kantong kekeringan parah seperti Cilacap, Banyumas, Boyolali, Klaten, hingga Jepara.

​Gotong Royong Lintas Sektor dan Solusi Jangka Panjang

​Kecepatan penanganan penanggulangan kemarau ini didukung penuh oleh kolaborasi lintas instansi. Pemprov Jateng menggandeng BPBD, BPJS Kesehatan, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak, serta pemanfaatan dana tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility) BUMD Tirta Satria.

​Sebagai fondasi hukum pergerakan tim di lapangan, Surat Edaran (SE) Gubernur tentang Antisipasi Bencana Kekeringan serta Kebakaran Hutan dan Lahan juga telah diaktifkan sejak 9 Juni 2026. Regulasi ini terbukti efektif memangkas birokrasi koordinasi antardaerah.

​Tidak sekadar menyalurkan bantuan air darurat menggunakan tangki (dropping air), Pemprov Jateng juga menyiapkan skema berkelanjutan demi mengamankan pasokan air di masa depan melalui empat pilar mitigasi: Optimalisasi Sarana: Perbaikan dan pemeliharaan sumur bor komunal di area permukiman padat.​Infrastruktur Makro: Penguatan jaringan pipa distribusi air bersih ke desa terpencil.​Ketahanan Logistik: Pembenahan tata kelola distribusi bantuan logistik bencana. Kampanye Ekologis: Konservasi sumber mata air dan edukasi masif mengenai budaya hemat air kepada masyarakat luas.

​Melalui integrasi penanganan darurat dan penguatan infrastruktur jangka panjang ini, pemerintah optimistis stabilitas pasokan air bersih bagi warga Jateng tetap terjaga di tengah fluktuasi cuaca kemarau tahun ini. *( Joko Longkeyang).

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *