Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaHeadline NewsPemerintahan

HEGD 2026 Dorong Ekonomi Berpusat pada Manusia untuk Kemakmuran Bersama

3
×

HEGD 2026 Dorong Ekonomi Berpusat pada Manusia untuk Kemakmuran Bersama

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

KUALA LUMPUR,Harianpemalang.id – Gagasan tentang ekonomi yang tidak hanya mengejar pertumbuhan angka, tetapi juga mengutamakan kesejahteraan manusia, menjadi fokus utama dalam ajang Humane Economy Global Discourse (HEGD) 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia. Forum internasional yang berlangsung pada 22–23 Juli 2026 di World Trade Centre (WTC) tersebut diikuti sekitar 500 peserta dari berbagai negara.

Advertisement
Example 300x600
Scroll kebawah untuk lihat konten

Mengusung tema “Reclaiming Humanity for Shared Prosperity”, HEGD 2026 menghadirkan akademisi, pembuat kebijakan, pemimpin masyarakat, pelaku usaha, organisasi nonpemerintah, kalangan pemuda, hingga organisasi masyarakat sipil. Mereka berkumpul untuk mendiskusikan model pembangunan yang menempatkan manusia sebagai pusat dari setiap kebijakan ekonomi.

Forum yang diselenggarakan oleh Forum Ekonomi Manusiawi (FEM) ini menjadi ruang pertukaran gagasan tentang pentingnya menghadirkan sistem ekonomi yang lebih inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan di tengah tantangan global yang semakin kompleks.

Selama hari pertama, peserta mengikuti sejumlah sesi paralel yang membahas berbagai isu strategis, mulai dari kepemimpinan beretika, ekonomi berbasis nilai, pembangunan berkelanjutan, hingga peran generasi muda dalam membentuk masa depan ekonomi dunia.

Salah satu pembicara yang menarik perhatian peserta adalah pendiri JAVARA asal Indonesia, Hellianti Hilman. Dalam paparannya, ia membagikan pengalaman membangun kewirausahaan berbasis komunitas dan memberdayakan petani lokal melalui pengembangan produk pangan berkelanjutan.

Kehadiran tokoh dari berbagai negara menunjukkan bahwa isu ekonomi manusiawi kini menjadi perhatian lintas sektor dan lintas batas negara. Sejumlah peserta menilai, pendekatan ekonomi yang selama ini terlalu berorientasi pada pertumbuhan semata perlu diimbangi dengan perhatian terhadap aspek sosial, lingkungan, serta kualitas hidup masyarakat.

Memasuki hari kedua, HEGD 2026 secara resmi dibuka oleh Perdana Menteri Malaysia, Dato’ Sri Anwar Ibrahim. Dalam pidato utamanya, Anwar menyoroti tantangan besar yang dihadapi dunia saat ini, yaitu semakin memudarnya nilai-nilai kemanusiaan dalam sistem ekonomi global.

Menurutnya, pembangunan ekonomi tidak cukup hanya diukur melalui pertumbuhan produk domestik bruto atau peningkatan investasi. Lebih dari itu, kebijakan ekonomi harus mampu mengangkat martabat manusia, memperkuat keadilan sosial, serta menghadirkan kemakmuran yang dapat dirasakan secara merata.“Ekonomi seharusnya menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, bukan sekadar mengejar angka pertumbuhan,” demikian pesan utama yang mengemuka dalam forum tersebut.

Berbagai panel diskusi juga mengangkat isu ketahanan sosial, pemerataan akses ekonomi, keberlanjutan lingkungan, hingga kolaborasi internasional dalam membangun sistem pembangunan yang lebih adil.

Rangkaian kegiatan ditutup oleh Menteri di Jabatan Perdana Menteri (Hal Ehwal Agama) Malaysia, Dr. Zulkifli Hasan. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kesejahteraan sejati tidak hanya ditentukan oleh capaian material, tetapi juga oleh keseimbangan antara pembangunan ekonomi, nilai moral, dan kehidupan sosial.

Sebagai penutup, Ketua Forum Ekonomi Manusiawi sekaligus Direktur HEGD 2026, Prof. Dato’ Dr. Saadiah Mohamad, membacakan resolusi forum yang berisi komitmen bersama untuk memperkuat kerja sama lintas negara dalam mengembangkan paradigma ekonomi yang lebih berpusat pada manusia.

Resolusi tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi global untuk mewujudkan pembangunan yang tidak hanya menghasilkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjamin keadilan, keberlanjutan, dan kesejahteraan bersama.

HEGD 2026 sekaligus menjadi pengingat bahwa di tengah perubahan dunia yang cepat, pembangunan yang menempatkan manusia sebagai inti kebijakan dinilai menjadi salah satu kunci untuk menciptakan masa depan yang lebih inklusif, damai, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat dunia. *( Ahmad Joko)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *