Headline News

Sempat Dicibir Ingusan, Enurudi Joko Wijoyo Kades Termuda Ini Maju Lagi Bawa Misi “Semaya Berkah”

×

Sempat Dicibir Ingusan, Enurudi Joko Wijoyo Kades Termuda Ini Maju Lagi Bawa Misi “Semaya Berkah”

Sebarkan artikel ini

PEMALANG, Harianpemalang.id — Riuh rendah dukungan warga mengantar langkah Enurudi Joko Wijoyo ke Balai Desa Semaya, Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang, Rabu (3/9/2026). Kehadirannya bukan tanpa alasan; pria yang akrab disapa Enurudi ini resmi menyerahkan berkas pendaftaran sebagai calon Kepala Desa Semaya dalam bursa Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak yang akan digelar pada Senin, 9 November 2026 mendatang.


​Pendaftaran ini sekaligus membuka kembali memori publik pada delapan tahun silam. Tepatnya pada tahun 2018, Enurudi sukses mencuri perhatian publik regional ketika terpilih menjadi orang nomor satu di desa tersebut pada usia yang masih belia, yakni 27 tahun.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

​Kepada awak media usai pendaftaran, Enurudi mengenang kembali masa-masa awal kepemimpinannya yang tidak berjalan mulus. Usia muda sempat menjadi batu sandungan psikologis di tengah masyarakat. Saat itu, banyak pihak memandang sebelah mata, meragukan pengalamannya, hingga menganggap kursi kepemimpinan desa lebih pantas diduduki oleh figur yang lebih berumur.

​Alih-alih melancarkan bantahan lewat retorika politik, lulusan SMK kelahiran Pemalang, 1 Januari 1988 ini memilih membungkam kritik dengan hasil kerja nyata.”Dari seorang anak muda yang dulu dipertanyakan kemampuannya, saya menjalani satu periode untuk belajar, bekerja, dan membuktikan bahwa usia bukan ukuran utama seorang pemimpin. Karena pada akhirnya, yang dinilai bukan berapa usianya ketika memimpin, tetapi apa yang ia tinggalkan setelah satu periode pengabdian,” ungkap Enurudi di hadapan panitia dan pendukungnya.

​Selama memimpin periode pertamanya, Enurudi sukses mengubah stigma tersebut. Ia konsisten menggerakkan pembangunan berbasis gotong royong, merangkul kelompok pemuda, menggalakkan literasi, hingga merintis digitalisasi desa agar tidak tertinggal zaman.

​Kini, berbekal pengalaman matang dan hasil evaluasi kinerjanya, Enurudi kembali menatap masa depan Desa Semaya. Ia mengusung visi besar bertajuk “Semaya Berkah”, yang dijabarkan dalam kalimat: “Terwujudnya Desa Semaya yang Berkelanjutan, Edukatif, Religius, Kompetitif, Amanah, dan Humanis.”
​Guna mewujudkan visi tersebut secara berkelanjutan, Enurudi telah merumuskan 12 misi strategis pembangunan. Fokus kerjanya meliputi peningkatan responsivitas aparatur desa dalam melayani warga, optimalisasi BUMDes dan koperasi untuk menggenjot ekonomi kerakyatan, penguatan layanan kesehatan lewat ambulans desa serta posyandu, pengelolaan sampah mandiri, hingga kelanjutan proyek infrastruktur jalan dan irigasi pertanian.

​Langkah politik Enurudi kali ini membuktikan bahwa keraguan masa lalu telah bertransformasi menjadi modal sosial yang kuat. Rekam jejak selama satu periode kepengurusan kini menjadi pertimbangan utama warga Desa Semaya untuk menentukan arah kepemimpinan selanjutnya.( Ahmad Joko).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *