PEMALANG – Suasana di kediaman Kepala Desa Cibuyur, Yoyok Kusnodo, mendadak riuh pada Kamis malam (23/04/2026). Sekitar pukul 20.30 WIB, ratusan orang yang terdiri dari tokoh pemuda, tokoh masyarakat, hingga tokoh agama terlihat memadati area rumah sang kades di Kecamatan Warungpring, Kabupaten Pemalang.
Namun, aksi “penggerebekan” ini jauh dari kesan anarkis. Kedatangan massa tersebut merupakan bentuk dukungan emosional agar Yoyok Kusnodo bersedia mencalonkan diri kembali dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak periode 2027–2035 yang akan digelar beberapa bulan ke depan.
Figur ‘Orang Tua’ yang Dirindukan
Daris, salah satu perwakilan pemuda Desa Cibuyur, menegaskan bahwa gerakan ini adalah inisiatif murni dari akar rumput. Menurutnya, kepemimpinan Yoyok selama ini dinilai sangat menyatu dengan masyarakat, terutama kaum muda.
”Kami butuh sosok ‘orang tua’ sebagai pegangan. Selama menjabat, Pak Yoyok telah membuktikan diri mampu membimbing kami. Malam ini kami datang untuk ‘memaksa’ beliau maju lagi demi kesinambungan kemajuan Desa Cibuyur,” ujar Daris tegas.
Dukungan serupa juga mengalir dari elemen masyarakat senior. Salah satu tokoh masyarakat dari wilayah RT 44/06 menyatakan bahwa kehadiran warga adalah doa nyata agar kepemimpinan Yoyok bisa berlanjut untuk periode kedua.
Kades Sempat Terkejut
Mendapat kunjungan mendadak saat tengah beristirahat, Yoyok Kusnodo mengaku sempat bingung dengan situasi tersebut. Ia tidak menyangka ratusan warganya akan datang dengan tuntutan yang justru mengharukan.
”Jujur saya kaget sekali. Saya baru bangun tidur, tiba-tiba rumah sudah penuh ratusan orang. Saya pikir ada masalah darurat apa, ternyata warga menanyakan kesediaan saya untuk maju lagi di Pilkades periode 2027–2035,” ungkap Yoyok saat diwawancarai.
Sinyal Hijau untuk Warga
Setelah berdialog dan melihat antusiasme warga, Yoyok akhirnya memberikan jawaban yang melegakan massa. Ia menyatakan siap mengemban amanah kembali dengan syarat kemitraan yang kuat dari masyarakat.
”Insya Allah, jika memang ini permintaan masyarakat, saya siap maju kembali. Syaratnya, warga Cibuyur harus tetap kompak, guyub rukun, dan benar-benar memberikan dukungan yang nyata,” tuturnya.
Meski acara berlangsung spontan tanpa persiapan jamuan, Yoyok menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam atas kepedulian warga terhadap masa depan Desa Cibuyur. Gerakan “jemput bola” warga ini menjadi fenomena unik di tengah persiapan Pilkades serentak di Kabupaten Pemalang.( Joko Longkeyang ).











