Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaHeadline NewsPemerintahPemerintahanPendidikan

Comal HEBAT: Sinergi KKN Undip & Pemerintah Kecamatan Kembangkan Potensi 10 Desa

7
×

Comal HEBAT: Sinergi KKN Undip & Pemerintah Kecamatan Kembangkan Potensi 10 Desa

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

PEMALANG, Harianpemalang.id – Sinergi antara pemerintah daerah dan dunia pendidikan menjadi kunci percepatan pembangunan wilayah. Hal itu terwujud dalam Rapat Koordinasi Pemetaan Awal Potensi, Tantangan, Hambatan, dan Usulan Solusi yang digelar di Pendopo Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, pada Sabtu (11/7/2026).

Advertisement
Example 300x600
Scroll kebawah untuk lihat konten

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Camat Comal, Muchammad Maksum, S.IP., M.M., Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Desa Siswanto, S.H., serta puluhan mahasiswa Tim II Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro yang sedang bertugas di wilayah tersebut.

Dalam rakor tersebut, setiap koordinator KKN tingkat desa menyampaikan hasil pengamatan awal secara rinci. Terdapat 10 desa yang menjadi lokasi pengabdian, masing-masing memiliki keunggulan tersendiri sekaligus tantangan yang perlu dicarikan solusinya secara bersama-sama.

Gambaran Kondisi 10 Desa di Kecamatan Comal

1. Kelurahan Purwoharjo menjadi pusat perdagangan dan jasa dengan lokasi strategis di jalur utama. Tantangannya adalah persaingan usaha yang ketat dan penataan lingkungan. Solusi yang ditawarkan meliputi pendampingan branding, pemasaran daring, dan pemetaan potensi ekonomi.

2. Desa Kandang unggul dengan produk keripik tempe yang sudah dipasarkan ke luar daerah. Masalah utama ada pada pengelolaan sampah dan kondisi bantaran Sungai Comal. Tim KKN akan membantu penguatan merek, pembuatan katalog, serta edukasi pengelolaan lingkungan.

3. Desa Kebojongan mengandalkan pertanian dan UMKM. Produktivitas masih perlu ditingkatkan karena petani masih menggunakan cara konvensional. Solusinya berupa penyuluhan teknik bertani yang lebih baik dan pengenalan pemasaran digital.

4. esa Gandu memiliki beragam potensi usaha, namun terkendala keterbatasan modal dan akses pasar. Mahasiswa akan mendampingi promosi daring, penyusunan profil usaha, serta pengelolaan sampah.

5. Desa Gedeg memiliki potensi peternakan bebek dan industri konveksi. Nilai tambah produk masih rendah. Pendampingan akan difokuskan pada desain kemasan, pembuatan merek, dan perluasan pasar.

6. Desa Sikayu didukung SDM aktif di bidang sosial dan kepemudaan, namun menghadapi keterbatasan infrastruktur dan keterampilan teknologi. Solusi meliputi pelatihan pemasaran digital dan penguatan kapasitas pelaku usaha.

7. Desa Tumbal memiliki industri pengasapan ikan yang cukup maju, namun belum banyak mengembangkan variasi produk. Usulan solusi meliputi inovasi olahan, penyempurnaan kemasan, dan promosi secara luas.

8. Desa Kauman memiliki industri las, tahu, dan konveksi. Kendalanya adalah kurangnya ciri khas produk dan keterbatasan tenaga ahli digital. Pendampingan akan dilakukan untuk pengembangan varian produk dan membangun jaringan usaha.

9. Desa Sarwodadi kaya akan kesenian Brendung dan sentra telur asin khas Dukuh Bengkelung. Tantangannya adalah kurangnya regenerasi seniman dan keterbatasan dana pengembangan wisata. Solusinya mencakup promosi desa wisata, pendokumentasian budaya, dan penguatan kemitraan.

10. Desa Gintung mengandalkan pertanian, perikanan, dan perdagangan. Masalah utamanya adalah keterbatasan modal dan pengetahuan manajemen usaha. Tim KKN akan memberikan pendampingan pengelolaan usaha dan pemasaran daring.

Camat Comal, Muchammad Maksum, menyambut baik hasil pemetaan tersebut. Ia menegaskan bahwa seluruh potensi yang ada harus dikembangkan sejalan dengan visi Comal HEBAT, yang memiliki makna:- H: Harmonis – masyarakat rukun dan saling menghargai. E: Edukatif & Ekonomis – berfokus pada peningkatan SDM dan perekonomian. B: Bersih – lingkungan terawat dan pemerintahan transparan. A: Aman – situasi kondusif dan tertib. T: Tangguh – masyarakat mampu menghadapi tantangan zaman

“Kolaborasi ini sangat berharga. Mahasiswa membawa ilmu dan teknologi, sementara pemerintah dan masyarakat memberikan gambaran nyata kondisi lapangan. Bersama-sama kita wujudkan Comal yang benar-benar HEBAT,” ujarnya. ( Joko Longkeyang)?

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *