Headline News

Detik-Detik Tebing Galian Fondasi Rumah di Desa Tlagasana Ambrol, 2 Nyawa Melayang

×

Detik-Detik Tebing Galian Fondasi Rumah di Desa Tlagasana Ambrol, 2 Nyawa Melayang

Sebarkan artikel ini

PEMALANG, Harianpemalang.id – Aktivitas pembangunan rumah di kawasan lereng Kabupaten Pemalang berujung duka mendalam. Sebuah dinding tanah galian fondasi setinggi empat meter mendadak ambrol dan menimbun para pekerja di Dukuh Klasem RT 06 RW 02, Desa Tlagasana, Kecamatan Watukumpul, Selasa (6/10/2026). Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 11.30 WIB tersebut mengakibatkan dua orang pekerja tewas terimbun material tanah.

​Tragedi bermula saat lima orang tukang bangunan sedang bergotong royong menggali lubang fondasi cakar ayam berukuran lebar 60 sentimeter. Penggalian dilakukan di atas lahan milik Waud (31) untuk persiapan mendirikan bangunan rumah. Namun, guncangan serta getaran berulang selama proses penggalian disinyalir memicu keretakan pada struktur tanah tebing yang memang tergolong labil.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

​Tanpa diduga, tebing tanah di sisi galian langsung runtuh secara mendadak. Longsoran material tanah tebal seketika merobohkan area kerja dan menutup lubang galian yang sedang diisi oleh para pekerja.

​Tiga dari lima pekerja, yaitu Yatin, Harun, dan Casmin, bertindak cepat merespons bahaya. Mereka berhasil memanjat dinding galian dan keluar menyelamatkan diri tepat sebelum material tanah menimbun seluruh lubang. Sayangnya, dua rekan mereka, Munir (39) dan Tamrin (39), berada di posisi paling dalam sehingga terperangkap dan tertimbun tanah longsoran.

​Melihat kejadian tersebut, warga sekitar bersama aparat Linmas Desa Tlagasana yang dipimpin Harmono langsung memberikan pertolongan darurat sembari menghubungi tim penyelamat. Informasi bencana ini dengan cepat direspons oleh tim gabungan yang terdiri dari Randu Jajar Rescue (RJR), BPBD, Polsek Watukumpul, Koramil Watukumpul, serta jajaran Pemerintah Kecamatan Watukumpul.

​Upaya evakuasi berlangsung dramatis dengan melibatkan unsur relawan dari Orlok Pemalang, Kencana Watukumpul, Destana Tlagasana, Destana Wisnu, serta puluhan warga setempat. Petugas berkejaran dengan waktu menggali tumpukan tanah untuk mengevakuasi kedua korban.

​Setelah kerja keras tim gabungan, kedua tubuh korban akhirnya berhasil diangkat dari dasar galian. Namun, takdir berkata lain. Petugas medis di lokasi mengonfirmasi bahwa Munir dan Tamrin telah mengembuskan napas terakhir akibat tertimbun material berat dalam waktu cukup lama.

​Hingga pembaruan data pukul 14.00 WIB, lokasi kejadian telah dipasang garis pengaman oleh pihak kepolisian guna keperluan penyelidikan lebih lanjut. Jenazah kedua korban kini telah diserahkan kepada pihak keluarga di Desa Tlagasana untuk disemayamkan secara layak.( Ahmad Joko).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *