Harianpemalang.id, Pemalang – Pemerintah Kabupaten Pemalang menciptakan terobosan baru dalam menyerap aspirasi masyarakat. Melalui kegiatan bertajuk “Jagongan Bareng Bangun Pemalang”, Bupati Pemalang Anom Widiyantoro membuka ruang diskusi santai tanpa batas protokoler di Halaman Pendopo Kabupaten, Minggu (10/05/2026).
Acara yang merupakan akronim dari Jalin Gotong Royong Ngolah Aspirasi Nyata ini sengaja dikemas dalam suasana informal. Tujuannya jelas: agar masyarakat bisa berbicara secara blak-blakan mengenai masa depan daerah, khususnya dalam menyambut “Tahun Pariwisata 2027″.
”Musrenbang Informal” yang Solutif
Dalam sambutannya, Bupati Anom Widiyantoro menekankan bahwa “Jagongan” adalah bentuk komunikasi dua arah yang transparan. Ia menginginkan segala keluhan dan ide dari masyarakat dapat langsung diinventarisasi oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait tanpa melalui birokrasi yang kaku.”Lewat forum ini, kita bicara tanpa sekat. Semua masukan masyarakat langsung kami catat agar segera ditindaklanjuti. Ini adalah kerja bersama untuk membangun Pemalang yang lebih baik,” tegas Bupati Anom.
Ia juga menjuluki kegiatan ini sebagai musrenbang informal. Meski suasananya rileks—bahkan diawali dengan senam sehat bersama—output yang dihasilkan diharapkan tetap produktif dan memberikan solusi nyata bagi pembangunan daerah.
Fokus Strategis Pariwisata 2027
Pemilihan tema pariwisata bukan tanpa alasan. Pada tahun 2027, Pemkab Pemalang berkomitmen memfokuskan arah pembangunan pada penguatan ekonomi kerakyatan. Hal ini mencakup pengembangan wisata berkelanjutan, industri pertanian, serta peningkatan kapasitas UMKM berbasis ekonomi syariah.
Ketua Penyelenggara sekaligus Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Pemalang, Fera Djokosusanto, mengungkapkan bahwa forum ini merupakan jawaban atas keterbatasan mekanisme musrenbang berjenjang yang selama ini ada.”Terkadang aspirasi di tingkat desa atau kecamatan belum terserap maksimal. Oleh karena itu, Bapak Bupati menginisiasi wadah tambahan ini agar gagasan pembangunan bisa sampai langsung ke tangan pemerintah daerah,” jelas Fera.
Melalui momentum “Jagongan” ini, Pemerintah Kabupaten Pemalang berharap tercipta sinergi yang harmonis antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan riil warga, demi mewujudkan Pemalang sebagai destinasi wisata unggulan di masa depan.**(Joko Longkeyang).











