BeritaHeadline NewsPemerintahan

Gebrakan KKN Undip di Pemalang: Dari AI hingga Ubah Sampah Jadi Cuan!

9
×

Gebrakan KKN Undip di Pemalang: Dari AI hingga Ubah Sampah Jadi Cuan!

Sebarkan artikel ini

PEMALANG, Harianpemalang.id – Ada yang seru di Desa Kebojongan, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang! Alih-alih sibuk dengan urusan semen dan batu bata, kelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) justru mengguncang desa lewat kekuatan ide, kreativitas, dan inovasi lintas disiplin ilmu.

​Mengusung misi besar mencerdaskan warga, tim yang terdiri dari 11 latar belakang keilmuan berbeda ini membuktikan bahwa pengabdian masyarakat bisa tampil modern, asyik, dan langsung menyasar akar masalah kehidupan sehari-hari. Aksi kolaborasi keren antara rumpun Sains-Teknologi (Saintek) dan Sosial-Humaniora (Soshum) ini resmi dimulai sejak Rabu, 8 Juli 2026.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

 

​Lantas, gebrakan apa saja yang sukses bikin warga berdecak kagum?

​Di lini depan Saintek, mahasiswa merespons cepat isu digital yang sedang marak. Warga dibekali sosialisasi tangkal kejahatan siber bertajuk “Melek AI, Anti Tipu-Tipu” agar tidak mudah terjebak penipuan berbasis kecerdasan buatan. Tak ketinggalan, edukasi praktis seperti pembuatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) hingga kampanye keselamatan lalu lintas Zona Selamat Sekolah (ZoSS) turut dihadirkan demi keamanan anak-anak di jalan raya.

​Isu krusial soal pencegahan pernikahan dini juga dikupas tuntas secara keroyokan oleh pakar kesehatan, komunikasi, dan hukum. Hasilnya? Pemahaman warga menjadi jauh lebih matang dari berbagai sudut pandang.

​Tak mau kalah, sektor Soshum langsung bergerak menggebrak roda ekonomi kerakyatan. Pelaku warung kelontong diajak melek manajemen lewat pencatatan stok manual yang rapi. Sementara itu, anak-anak muda disulap semangat wirausahanya lewat program “Dari Hobi Jadi Cuan”—mengubah hobi nongkrong menjadi ladang cuan yang menjanjikan.

​Uniknya lagi, edukasi finansial untuk anak-anak desa dikemas kreatif dengan praktik menabung menggunakan celengan dari botol bekas. Ide brilian ini langsung klop dengan program pemilahan sampah organik dan anorganik ala kedisiplinan budaya Jepang yang digaungkan oleh mahasiswa sastra setempat.

​“Kami ingin hadir membawa solusi nyata. Kolaborasi Saintek dan Soshum ini membuktikan bahwa perbedaan latar belakang ilmu justru menjadi kekuatan utama untuk membawa Kebojongan yang lebih cerdas, sehat, dan mandiri,” ungkap perwakilan tim KKN Undip penuh semangat.

​Kehadiran mahasiswa Undip di Kebojongan ini sukses membuktikan bahwa sentuhan intelektual muda mampu merajut perubahan nyata dari desa untuk Indonesia.

Editor : Ahmad Joko SSP, S.H., C Neg.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *