Headline News

Kebakaran Pasar Belik: Kisah Kios H. Imron yang Dua Kali Lolos dari Kobaran Api

×

Kebakaran Pasar Belik: Kisah Kios H. Imron yang Dua Kali Lolos dari Kobaran Api

Sebarkan artikel ini

HarianPemalang.id, Pemalang — Suasana malam di kawasan Pasar Belik, Kabupaten Pemalang, mendadak berubah mencekam pada Sabtu (29/8/2026). Si jago merah mengamuk, melalap sebagian besar area pasar dan menyelimuti kawasan tersebut dengan kepulan asap pekat serta cahaya merah yang menyilaukan.

​Di tengah kepanikan massal para pedagang yang berhamburan menyelamatkan barang dagangan mereka, perhatian publik justru tertuju pada sebuah pemandangan kontras. Sebuah kios dilaporkan tetap berdiri kokoh tanpa tersentuh api, sementara lapak-lapak di sekitarnya hangus terbakar.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

​Kios tersebut diketahui milik H. Imron. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari akun media sosial resmi Kabar Pemalang pada Minggu (30/8/2026), peristiwa ini menyimpan keunikan tersendiri karena kejadian serupa ternyata bukan yang pertama kalinya.

​Berdasarkan unggahan tersebut, kios milik H. Imron tercatat sudah dua kali berada di tengah musibah kebakaran besar yang melanda pasar. Namun, dalam dua insiden tersebut, bangunan dan isi kiosnya disebut selalu selamat, luput dari amukan api yang menghanguskan kios-kios lain di sekitarnya.

​Kisah ini sontak menjadi sorotan dan buah bibir di kalangan warga serta pengguna media sosial. Di balik duka dan kerugian besar yang dialami para pedagang akibat musibah ini, cerita bertahan hidupnya kios H. Imron menghadirkan secercah kelegaan dan rasa takjub.

​Bagi seorang pedagang, kios bukan sekadar bangunan fisik tempat mencari nafkah, melainkan pusat penghidupan keluarga. Bayang-bayang kehilangan mata pencaharian tentu menjadi momok paling menakutkan saat kebakaran terjadi. Oleh karena itu, kabar selamatnya aset milik H. Imron menjadi sebuah anugerah yang patut disyukuri di tengah situasi krisis.

​Kendati demikian, narasi mengenai riwayat keselamatan kios tersebut saat ini bersumber dari informasi yang beredar di media sosial dan belum disertai keterangan resmi dari instansi terkait mengenai detail teknis kejadian di lapangan.

​Musibah kebakaran Pasar Belik ini sekaligus menjadi pengingat penting bagi semua pihak akan perlunya sistem mitigasi dan kewaspadaan ekstra terhadap potensi bahaya kebakaran di fasilitas umum. Mengingat jarak antar-kios yang saling berdempetan, api memang berpotensi merambat dengan sangat cepat dalam hitungan menit.

​Kini, di antara puing-puing sisa kebakaran yang menyisakan kepedihan, kios H. Imron berdiri sebagai sebuah anomali—menyisakan cerita penuh misteri dan rasa syukur dari jantung Kabupaten Pemalang.

​(Slamet Febriansyah)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *