Harianpemalang.id, Pemalang – Kebijakan mutasi besar-besaran yang menyasar ratusan kepala sekolah di Kabupaten Pemalang tengah memicu polemik hangat di tengah masyarakat. Penempatan tugas baru yang dianggap tidak mempertimbangkan jarak domisili membuat sejumlah guru merasa keberatan, bahkan dikabarkan ada yang hingga menangis karena lokasi sekolah yang sangat jauh dari tempat tinggal mereka.
Menanggapi gejolak tersebut, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Pemalang, Slamet, memberikan penjelasan resmi terkait kedudukan regulasi tersebut. Ia menegaskan bahwa Surat Keputusan (SK) Bupati Pemalang yang sudah diterbitkan bersifat final secara hukum birokrasi.“Surat keputusan adalah final, tidak bisa diubah dalam waktu dekat. Biasanya enam bulan atau satu tahun pelajaran nanti akan kita terus suarakan,” tegas Slamet saat memberikan keterangan pada Selasa (26/5/2026).
Dorong Sistem Zonasi demi Efektivitas Pengajaran
PGRI Pemalang menyatakan telah menangkap seluruh keresahan para anggotanya. Slamet mengungkapkan bahwa pihaknya secara konsisten memberikan masukan kepada pemerintah daerah, BKPSDM, hingga Dinas Pendidikan agar penataan tenaga pendidik ke depan berbasis pada sistem zonasi atau tempat tinggal.
Menurutnya, efektivitas pengelolaan sekolah sangat bergantung pada kondisi fisik dan mental guru. Jika tenaga pendidik sudah kelelahan karena menempuh perjalanan jauh setiap hari, maka proses pembelajaran di sekolah dikhawatirkan tidak akan berjalan maksimal.“Kalau energi habis di perjalanan, tentu akan berpengaruh pada proses pembelajaran dan pengelolaan sekolah. Idealnya guru dan kepala sekolah bisa bekerja dalam kondisi fresh,” jelas Slamet.
Imbauan agar Tetap Profesional
Walaupun memahami adanya tekanan psikologis bagi para ASN pendidikan yang terdampak, PGRI mengajak para guru untuk tetap menjaga integritas dan semangat kerja. Slamet meyakini bahwa penataan ulang formasi guru akan tetap dilakukan pemerintah seiring adanya evaluasi berkala maupun pergantian posisi akibat masa pensiun.
Ia pun meminta para rekan sejawatnya untuk tidak membiarkan ketidakpuasan ini mengganggu kesehatan dan beban pikiran. Fokus utama saat ini adalah bangkit dan mengabdikan diri pada satuan pendidikan masing-masing demi kemajuan pendidikan di Pemalang.”Teman-teman bersabar, lakukan yang terbaik jangan sampai ketidakpuasan ini justru menjadi sakit dan beban pikiran. Yang terpenting sekarang teman-teman tetap semangat,” pungkasnya.( Joko Longkeyang).








