PEMALANG, Harianpemalang.id – Ada yang tidak biasa di halaman Markas Komando Distrik Militer (Makodim) 0711/Pemalang, Selasa (1/9/2026). Puluhan kendaraan roda dua dan roda empat milik prajurit serta PNS mendadak dikumpulkan untuk menjalani pemeriksaan mendadak oleh tim Subdenpom IV/1-2 Pekalongan.
Langkah pengetatan ini merupakan bagian dari Operasi Penegakan Ketertiban (Opsgaktib) Waspada Wira Keris TA 2026. Bukan sekadar formalitas, razia tersebut dihelat menyusul instruksi mendesak dari komando atas untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas di tubuh militer.
Di hadapan 87 personel yang mengikuti apel, Kasdim 0711/Pemalang Mayor Kav Agus Solihin, S.H., menegaskan bahwa prajurit TNI harus berdiri paling depan sebagai teladan ketertiban berlalu lintas bagi masyarakat luas.
”Sebagai abdi negara, etika dan kelaikan berkendara adalah cerminan disiplin institusi. Lengkapi surat-surat, pastikan kendaraan prima, dan ingat: lebih baik terlambat sampai tujuan daripada celaka di jalan,” ujar Mayor Agus mewakili Dandim 0711/Pemalang.
Data Puspomad Jadi Perhatian Serius
Di tempat yang sama, Dansubdenpom IV/1-2 Pekalongan Kapten Cpm Susanto membeberkan alasan kuat di balik operasi senyap ini. Berdasarkan evaluasi Pusat Polisi Militer TNI AD (Puspomad) periode Januari hingga Juli 2026, tercatat ada 61 kasus kecelakaan lalu lintas yang melibatkan anggota TNI AD dengan jumlah korban jiwa mencapai 119 orang.
Meskipun sebagian besar insiden terjadi di luar teritorial Kodam IV/Diponegoro, pimpinan TNI AD memandang angka tersebut sebagai sinyal bahaya yang menuntut langkah preventif masif di seluruh jajaran satuan bawah.
Kapten Cpm Susanto turut mengingatkan lima pilar keselamatan berkendara yang mutlak dipatuhi setiap prajurit: Membaca doa demi keselamatan sebelum meluncur. Memakai helm standar nasional secara benar dan terkunci rapat. Menghindari kecepatan tinggi yang membahayakan diri maupun pengguna jalan lain. Menjaga fokus penuh tanpa terdistraksi selama perjalanan.
Memastikan kelengkapan administrasi (SIM dan STNK) serta kondisi teknis kendaraan layak pakai.
Dalam operasi yang dipimpin langsung oleh Kapten Cpm Susanto bersama tim pemeriksa, sebanyak 40 unit sepeda motor dinas, 30 unit sepeda motor pribadi, dan 3 unit mobil dinas disisir satu per satu. Bagi personel yang kedapatan belum melengkapi administrasi—seperti kepemilikan SIM TNI atau umum—langsung didata untuk segera diproses sesuai prosedur.
Melalui kegiatan terukur ini, diharapkan kesadaran berlalu lintas prajurit Kodim 0711/Pemalang semakin meningkat, sehingga budaya berkendara yang aman, tertib, dan bertanggung jawab benar-benar terwujud di jalan raya.( Ahmad Joko).











