PEMALANG – Langkah gebrakan bernuansa religi diambil oleh Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila (MPC PP) Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Bertempat di kawasan pusat hiburan dan perbelanjaan Sirandu Mall, organisasi kemasyarakatan ini resmi meluncurkan program reaktivasi dan pembinaan intensif terhadap Mushala Pancasila pada Jumat malam (5/6/2026).
Peluncuran program berkelanjutan ini ditandai dengan prosesi pemotongan tumpeng. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi organisasi untuk memperkuat fondasi spiritual, membangun empati sosial, sekaligus menyatukan sinergi antara pelaku usaha, warga, dan ormas di tengah pusat keramaian.
Sekretaris MPC Pemuda Pancasila Pemalang, Ade Nurzaman, mengungkapkan bahwa aksi religi di tengah pusat hiburan malam ini merupakan cerminan dari wajah baru organisasi yang kini mengusung jargon ELEGAN.
”Kegiatan inti kami adalah mengaktifkan kembali Mushala Pancasila yang berada di kawasan hiburan Sirandu. Ini merupakan wujud nyata dari paradigma baru PP Kabupaten Pemalang yang ELEGAN, yaitu Energik, Lantang, Empati, Gagah, Agamis, dan Nasionalisme. Ini bukti konkret PP yang agamis,” tegas Ade Nurzaman di lokasi, Jumat malam.
Senada dengan hal itu, Ketua MPC Pemuda Pancasila Pemalang, Aris Ismail, menjelaskan bahwa keberadaan tempat ibadah di ruang publik memiliki peran vital. Rumah ibadah tidak sekadar menjadi tempat singgah untuk shalat, melainkan instrumen penting dalam pembentukan karakter para pekerja maupun pengunjung mal.
”Kami ingin memberikan sumbangsih yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Ke depan, mushala ini tidak hanya menjadi tempat ibadah ritual, melainkan juga pusat kegiatan sosial dan pembinaan moral,” kata Aris.
Sebagai bentuk awal komitmen, puluhan kader Pemuda Pancasila bersama warga setempat langsung menggelar aksi kerja bakti membersihkan seluruh area mushala dan lingkungan sekitarnya. Guna menunjang kekhusyukan para jemaah, ormas ini juga menyalurkan bantuan fasilitas berupa perlengkapan shalat baru.
Tidak berhenti pada pembenahan fisik, MPC PP Pemalang juga menggandeng sejumlah tokoh agama setempat. Para pemuka agama ini dijadwalkan mengisi tausiyah serta kajian keagamaan secara berkala, guna menyuntikkan nilai-nilai moral di tengah dinamika kehidupan modern.
Aksi nyata ini langsung mendapat respons positif dari figur masyarakat setempat. Kehadiran program pembinaan religi di kawasan komersial dinilai mampu menjadi penyeimbang sosial yang menyejukkan.
”Kami sangat mengapresiasi gerakan ini. Menghidupkan kegiatan keagamaan di kawasan hiburan seperti ini sangat krusial untuk menjaga keseimbangan moral dan merawat kebersamaan warga. Semoga konsistensi ini terus terjaga,” tutur salah seorang tokoh masyarakat sekitar Sirandu Mall.( Joko Longkeyang).









