Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaHeadline NewsPemerintahan

Lawan Inflasi! Jateng Gelar 333 Pasar Murah dalam Dua Bulan

360
×

Lawan Inflasi! Jateng Gelar 333 Pasar Murah dalam Dua Bulan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Harianpemalang.id, Semarang – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) menunjukkan keseriusan dalam menjaga daya beli masyarakat. Hanya dalam kurun waktu dua bulan, tercatat sebanyak 333 gelaran Gerakan Pangan Murah (GPM) telah dilaksanakan di berbagai titik, melampaui target triwulan pertama yang sebelumnya dipatok pada angka 308 kegiatan.

​Pencapaian ini dikonfirmasi langsung oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Dishanpan) Provinsi Jawa Tengah, Dyah Lukisari. Ia menyatakan bahwa realisasi yang melebihi target ini merupakan bukti nyata kehadiran pemerintah untuk menjamin ketersediaan bahan pokok dengan harga terjangkau bagi warga.”Hingga saat ini, kita sudah melaksanakan 333 kali GPM. Ini sudah melampaui target awal kita yang sebanyak 308 kali,” ungkap Dyah saat menghadiri pembukaan GPM serentak di Kantor Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, Jumat (6/3/2026).

Advertisement
Example 300x600
Scroll kebawah untuk lihat konten

​Meski target administratif telah terlampaui, intensitas program ini justru kian ditingkatkan. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, memimpin langsung pembukaan GPM serentak yang melibatkan 35 kabupaten/kota di seluruh penjuru wilayah Jawa Tengah.

​Dalam aksi pasar murah kali ini, stok pangan dalam jumlah besar digelontorkan untuk masyarakat, antara lain:

​74 ton beras;

​21.000 liter minyak goreng;

​11.500 kg telur ayam ras;

​7.250 kg gula pasir; serta

​3.400 kg bawang putih.

​Gubernur Ahmad Luthfi memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi apik antara Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Bank Indonesia Perwakilan Jawa Tengah yang mendukung penuh kelancaran program ini.

​Kendati mayoritas komoditas mulai stabil, Gubernur Luthfi memberikan catatan khusus terhadap harga cabai yang masih “pedas” di pasaran. Ia menyebutkan harga di tingkat konsumen menyentuh Rp81.000 per kilogram, atau sekitar 42,2 persen di atas Harga Acuan Pemerintah (HAP) yang sebesar Rp57.000.”Kemarin saya pantau di Sragen, harga cabai bahkan mendekati Rp100.000 per kilogram. Padahal, Jawa Tengah merupakan salah satu daerah penghasil cabai terbesar,” ujar Luthfi dengan nada serius.

​Kehadiran pasar murah ini langsung dirasakan manfaatnya oleh warga yang mengeluhkan kenaikan harga di pasar tradisional. Eni, salah satu warga Semarang Barat, mengaku mendapatkan selisih harga yang cukup signifikan.”Sangat membantu, harganya jauh lebih miring. Minyakita di pasar biasanya Rp19.000 sampai Rp20.000, di sini cuma Rp15.500. Beras premium juga hanya Rp62.500 per lima kilogram,” tuturnya dengan sumringah.

​Langkah masif Pemprov Jateng melalui GPM ini diharapkan dapat menjadi benteng pertahanan dalam menekan angka inflasi sekaligus memastikan masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan gizi keluarga dengan harga yang rasional.**

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *