Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaHeadline NewsPemerintahan

Jadi Motor Ekonomi Desa, Strategi UMKM Ahmad Luthfi Diganjar Penghargaan Nasional

8
×

Jadi Motor Ekonomi Desa, Strategi UMKM Ahmad Luthfi Diganjar Penghargaan Nasional

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA, Harianpemalang.id – Strategi matang Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam mengonversi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta ekonomi kreatif (ekraf) menjadi tulang punggung ekonomi arus bawah sukses memikat perhatian nasional. Atas keberhasilan memajukan ekonomi hingga ke level perdesaan, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dinobatkan sebagai Top Regional Leader 2026.

Advertisement
Example 300x600
Scroll kebawah untuk lihat konten

​Penghargaan prestisius ini diserahkan langsung oleh mantan Menteri BUMN sekaligus Founder Disway National Network, Dahlan Iskan, dalam perhelatan Leadership Forum di Hotel JW Marriott, Jakarta, Kamis (11/6/2026).

​Ahmad Luthfi menegaskan, apresiasi skala nasional ini sejatinya menjadi bahan bakar baru bagi seluruh jajaran kepala daerah di Jawa Tengah untuk terus menelurkan kebijakan yang berpihak pada rakyat, terutama di tengah situasi keuangan daerah yang penuh keterbatasan.

​“Ini adalah potret nyata bahwa keterbatasan fiskal bukan penghalang untuk melahirkan inovasi. Penghargaan ini didedikasikan untuk seluruh pelaku UMKM dan pemerintah daerah yang terus berjuang di lapangan,” kata Luthfi usai menerima trofi penghargaan.

​Lonjakan Signifikan Angka UMKM Binaan

​Geliat ekonomi kerakyatan di Jawa Tengah bukan sekadar klaim di atas kertas. Data terbaru dari Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah per triwulan I 2026 mencatat, dari total sekitar 4,2 juta unit usaha yang tersebar, terdapat 199.781 UMKM yang kini berstatus binaan aktif. Angka ini merangkak naik sebanyak 1.001 unit dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

​Kontribusi masif ratusan ribu UMKM binaan tersebut terbagi ke dalam empat sektor utama yang mengakar kuat di masyarakat:

​Sektor Produksi: Menyerap porsi terbesar dengan 81.595 unit usaha.

​Sektor Perdagangan: Menopang arus perputaran barang sebanyak 67.595 unit.

​Sektor Pertanian: Mengonsolidasikan potensi agraris lewat 28.586 unit.

​Sektor Jasa: Mengisi ruang kebutuhan modern dengan 22.005 unit.

​Dampak domino dari masifnya pergerakan sektor ini adalah terbukanya lapangan pekerjaan baru yang mampu menyerap hingga 1,38 juta tenaga kerja lokal.

​Untuk menjaga stabilitas performa tersebut, Pemprov Jateng mengandalkan skema penguatan hulu ke hilir. Akses permodalan dipermudah—salah satunya melalui realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang menembus Rp361,36 triliun untuk 10,31 juta debitur. Langkah ini dikawinkan dengan digitalisasi pasar, pendampingan legalitas, serta pengawasan transparan menggunakan sistem Silap CSR dan portal satu data.

​Mengangkat Potensi Lokal ke Level Global

​Komitmen Ahmad Luthfi tidak berhenti pada sektor usaha konvensional. Ekosistem ekonomi kreatif digarap serius melalui penetapan 14 Kabupaten/Kota Kreatif (KaTa Kreatif) oleh pusat. Tiap daerah dipacu memunculkan identitas uniknya, seperti keahlian kuliner di Grobogan, seni pertunjukan di Pati, hingga industri modern seperti film dan animasi di Cilacap.

​Bahkan, wajah ekraf Jawa Tengah kini tercatat di level internasional setelah Surakarta dan Semarang resmi tergabung dalam jaringan kota kreatif dunia, UNESCO Creative City Networks (UCCN), untuk sektor kerajinan dan kesenian rakyat.

​Akselerasi ini diperkuat oleh Komite Ekonomi Kreatif yang sudah terbentuk di 29 kabupaten/kota, serta optimalisasi sarana creative hub demi mewadahi bakat dan gagasan segar generasi muda berbasis teknologi digital.

​“Ketika UMKM dan ekraf di desa-desa bergerak, fondasi ekonomi provinsi otomatis akan kokoh secara mandiri dan inklusif,” pungkas Luthfi.

​Di sisi lain, Dahlan Iskan memberikan testimoni positif terhadap gaya kepemimpinan Luthfi. Menurutnya, penghargaan ini merupakan potret obyektif atas kemampuan seorang pemimpin dalam menentukan prioritas pembangunan yang efisien saat kondisi ekonomi sedang penuh tantangan.

​“Krisis selalu menyaring dan melahirkan pemimpin yang jeli. Jawa Tengah memberikan contoh konkret bagaimana efisiensi kerja mampu memberikan dampak kesejahteraan yang nyata,” tutup Dahlan.( Joko Longkeyang).

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *