Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaHeadline NewsPemerintahanPendidikan

Camat Comal Hadir di Lapangan Stadion Jatidiri  Alam Tetap Asri.

3
×

Camat Comal Hadir di Lapangan Stadion Jatidiri  Alam Tetap Asri.

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

COMAL, HARIANPEMALANG.ID – Terik matahari yang menyengat di puncak musim kemarau tidak sedikit pun menyurutkan semangat aparatur sipil negara (ASN) di Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang. Justru pada saat cuaca ekstrem inilah, komitmen mereka terhadap pelestarian lingkungan semakin teruji secara nyata. Pada Kamis (2/7/2026), Camat Comal, Muchammad Maksum, S.IP., M.M., menegaskan bahwa pihaknya tetap konsisten memelihara konsep RHA (Resik, Hijau, dan Apik) di area Stadion Jatidiri. Aksi pemeliharaan ini dilakukan secara rutin setiap sore tanpa henti sejak awal musim kering tiba, melampaui kewajiban jam dinas formal.

 

Advertisement
Example 300x600
Scroll kebawah untuk lihat konten

Ketika wawancarai, camat Comal menjelaskan bahwa menjaga keindahan stadion merupakan tanggung jawab moral yang harus dipikul bersama. “Kami tidak ingin Stadion Jatidiri terlihat gersang dan kusam saat kemarau. Oleh karena itu, saya dan seluruh staf kecamatan bergotong royong menyiram tanaman setiap sore setelah jam dinas selesai,” ujarnya dengan nada bangga namun tetap rendah hati.

Tindakan sederhana nan tulus ini ternyata membawa dampak psikologis yang signifikan bagi masyarakat sekitar. Menyaksikan pejabat dan pegawai negeri rela berkeringat merawat taman publik memberikan pesan kuat bahwa pemerintah benar-benar hadir dan peduli pada kenyamanan warganya.

Konsep RHA yang diusung Camat Muchammad bukanlah sekadar slogan yang terpampang di spanduk. Kata “Resik” dimaknai sebagai kebersihan fisik maupun administrasi; “Hijau” berarti keberlanjutan ekologi melalui penanaman pohon dan bunga; sedangkan “Apik” merujuk pada kerapian tata kelola ruang publik. Stadion Jatidiri, yang selama ini menjadi ikon olahraga dan rekreasi warga Comal, kini bertransformasi menjadi laboratorium hidup penerapan nilai-nilai tersebut. Tanaman-tanaman yang disiram setiap sore bukan hanya berfungsi estetika, tetapi juga membantu menurunkan suhu mikro di sekitar stadion serta meningkatkan kualitas udara bagi pengunjung.

Ia menekankan bahwa keteladanan adalah kunci keberhasilan program lingkungan. Ia tidak memerintah bawahan dari balik meja kerja, melainkan turun langsung memegang selang air dan cangkul. Budaya kerja seperti ini terbukti menular kepada masyarakat, sehingga banyak warga yang kemudian tergerak untuk ikut menjaga kebersihan lingkungan masing-masing. Sinergi antara pemerintah kecamatan dan komunitas lokal inilah yang membuat program RHA bertahan lama dan tidak mati suri seiring pergantian kepemimpinan.

Di tengah isu perubahan iklim global yang kian mengkhawatirkan, aksi kecil di tingkat kecamatan seperti ini sangat relevan dan mendesak. Adaptasi terhadap musim kemarau tidak selalu harus bergantung pada proyek infrastruktur mahal; kadang cukup dengan kesadaran kolektif untuk merawat alam di sekitar kita. Stadion Jatidiri yang tetap hijau di tengah panasnya bulan Juli 2026 adalah bukti empiris bahwa niat tulus mampu mengalahkan keterbatasan sumber daya.

Bagi Muchammad Maksum, melayani masyarakat bukan hanya soal mengurus surat-menyurat atau menyelesaikan konflik sosial. Merawat lingkungan hidup juga merupakan bentuk pelayanan publik yang esensial dan tidak boleh diabaikan. Ketika warga datang ke stadion untuk berolahraga atau bersantai, mereka berhak mendapatkan suasana yang sejuk, bersih, dan nyaman. Itulah hak dasar yang wajib dipenuhi oleh pemerintah daerah.

Semoga gerakan RHA di Comal ini dapat menginspirasi kecamatan lain di Kabupaten Pemalang untuk melakukan hal serupa. Karena pada akhirnya, warisan terbaik bagi generasi mendatang bukanlah gedung megah, melainkan bumi yang masih asri dan lestari. ( Ahmad Joko).

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *