SUMEDANG, Harianpemalang.id — Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diisi dengan cara yang sama sekali tidak biasa oleh jajaran aparatur pemerintah di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Alih-alih menggelar seremoni di dalam ruangan, Camat Comal Comal Muchammad Maksum, S.IP., M.M., bersama para sekretaris desa se-Kecamatan Comal memilih mengaspal menunggangi motor dalam agenda bertajuk Turing Kebangsaan Merah Putih Kecamatan Comal Tahun 2026.

Rombongan yang beranggotakan 15 orang pengendara roda dua ini melakukan perjalanan jauh lintas provinsi dan tiba di Kantor Kecamatan Cibugel, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Minggu (23/8/2026). Kedatangan mereka disambut langsung dengan penuh kehangatan oleh Plt. Camat Cibugel, Hilman Abdillah, S.Hut., M.Si., beserta jajaran perangkat desa setempat.
Di balik keseruan touring menyusuri jalanan antarkota, misi utama kedatangan rombongan asal Pemalang ini ternyata sangat serius: melakukan studi tiru pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) atau Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) serta menggali inovasi pengembangan wisata lokal.”Selain mempererat silaturahmi dan menumbuhkan semangat nasionalisme di momen kemerdekaan, kunjungan ini difokuskan sebagai sarana belajar bersama. Kami ingin menyerap praktik baik dari Cibugel untuk diaplikasikan dalam memajukan ekonomi desa di Comal,” ungkap Comal Muchammad Maksum di tengah sesi diskusi interaktif.
Sementara itu, Plt. Camat Cibugel, Hilman Abdillah, mengapresiasi tinggi inisiatif kreatif dari rombongan Kecamatan Comal. Menurutnya, kolaborasi lintas daerah melalui metode sharing session semacam ini sangat efektif untuk memperkuat kapasitas tata kelola pemerintahan desa di era modern.
Selama kunjungan yang menjadi bagian dari rangkaian agenda tiga hari (22–24 Agustus 2026) ini, para peserta mengeksplorasi berbagai materi krusial. Mulai dari strategi mendongkrak potensi ekonomi lokal, pengelolaan destinasi wisata desa, hingga cara meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan.
Aksi touring bernuansa nasionalisme ini diharapkan mampu melahirkan inovasi baru sepulangnya para perangkat desa ke Pemalang, sekaligus memperkokoh sinergi antara pimpinan kecamatan dan aparatur desa demi mewujudkan desa yang semakin maju dan berdaya.( Joko Longkeyang).











