SEMARANG, Harianpemalang.id — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengambil langkah cepat dalam memitigasi bencana kekeringan yang mengancam pemukiman dan lahan pertanian. Hingga akhir September 2026, sebanyak 75,4 juta liter air bersih disalurkan ke 33 kabupaten/kota untuk membantu lebih dari 2,3 juta jiwa terdampak.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah mencatat, distribusi air yang berlangsung sejak 5 Juni ini menjangkau 255 kecamatan dan 784 desa. Pasokan air tersebut dihimpun dari sinergi APBD, dukungan APBN, serta kontribusi CSR swasta dan organisasi kemasyarakatan.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyatakan penanganan kemarau dilakukan secara terpadu lintas sektor. Wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi seperti Klaten, Pemalang, Grobogan, hingga Blora menjadi prioritas utama gerakan tangkinisasi.
“Kekeringan sudah kita petakan. Semua komponen bergerak, mulai dari BPBD, PMI, pemda, hingga TNI-Polri. Air bersih terus didistribusikan langsung ke masyarakat,” ujar Ahmad Luthfi di Semarang, Rabu (30/9/2026).
Selain menjamin ketersediaan air minum harian, Pemprov Jateng fokus menyelamatkan sektor pertanian. Penanganan darurat diarahkan agar produksi padi dan komoditas pangan nasional tidak anjlok akibat kekeringan.
Luthfi menginstruksikan Dinas Pertanian Jawa Tengah bekerja sama dengan TNI untuk melakukan intervensi teknis di lapangan. Langkah ini mencakup optimalisasi irigasi, sumurisasi, dan pipanisasi, khususnya pada sawah tadah hujan.
“Kami petakan secara rinci agar intervensi air tepat sasaran dan target produksi pangan tidak meleset,” tegasnya.
Di sisi lain, Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen mengingatkan warga agar menghemat penggunaan air. Pemprov Jateng juga menyiapkan skema modifikasi cuaca bersama BNPB serta memfasilitasi asuransi gagal panen guna melindungi para petani.( Ahmad Joko).











