SEMARANG, Harianpemalang.id — Wajah transportasi publik di Jawa Tengah resmi memasuki babak baru. Sebanyak 10 unit taksi listrik kini mulai mengaspal, menandai dimulainya era elektrifikasi kendaraan umum yang ramah lingkungan dan bebas polusi di wilayah tersebut.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk komitmen serius pemerintah provinsi dalam menggenjot penggunaan energi terbarukan sekaligus memangkas ketergantungan pada energi fosil.”Ini satu-satunya taksi listrik di Jawa Tengah yang sekarang akan kita kembangkan. Nanti ke depan kalau bisa hampir semua taksi di tempat kita beralih kepada energi terbarukan, yaitu taksi listrik,” ujar Luthfi usai memimpin Grand Launching Transformasi Perhubungan Jawa Tengah 2026 di Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Tengah, Senin, 24 Agustus 2026.
Tidak hanya sekadar meresmikan, Luthfi bahkan langsung menjajal ketangguhan taksi ramah lingkungan tersebut berkeliling kompleks kantor Dishub. Ia mengaku terkesan dengan kenyamanan yang ditawarkan oleh kendaraan masa depan itu.”Ini sangat nyaman sekali. Saya coba muter kantor, argonya tinggal pencet, enggak ada suaranya, tidak polusi udara, dan menghemat energi fosil,” ungkapnya antusias.
Kepala Dishub Jateng, Arif Djatmiko, menambahkan bahwa kehadiran taksi dan travel listrik ini merupakan bagian dari delapan inovasi besar dalam Transformasi Perhubungan 2026. Selain kendaraan listrik, pemprov juga tancap gas melakukan digitalisasi terminal tipe B melalui sistem pembayaran nontunai (cashless) serta pengawasan berbasis data lewat aplikasi “DADI MANTEB”.
Gebrakan lain yang tak kalah dinanti adalah kolaborasi strategis antara Trans Jateng dan Gojek. Melalui integrasi ini, tahun depan masyarakat ditargetkan dapat menikmati layanan satu tiket (single ticket) untuk perjalanan dari titik awal hingga tujuan akhir (first mile and last mile).
Langkah agresif ini terbukti membuahkan hasil manis. Sepanjang tahun 2025, layanan Trans Jateng sukses menggaet 10 juta penumpang, di mana 53 persen di antaranya merupakan warga yang beralih dari kendaraan pribadi. Transformasi masif ini pun sukses memberikan penghematan biaya transportasi masyarakat hingga menembus angka Rp50 miliar.
Dengan kombinasi taksi listrik, terminal pintar, dan integrasi antarmoda, Jawa Tengah kini siap menjadi pelopor ekosistem transportasi hijau yang modern, efisien, dan membumi. ( Joko Longkeyang).











