PEMALANG – Gelaran Turnamen Tenis Meja Belik Cup 1 yang berlangsung di Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang, pada Minggu (24/5/2026), mendadak riuh. Suasana kompetisi yang semula tegang seketika berubah menjadi penuh sorak-sorai setelah sosok Dr. Imam Subiyanto membuat pengumuman mengejutkan di tengah arena.
Calon Ketua Cabang Olahraga Tenis Meja Kabupaten Pemalang tersebut secara spontan memutuskan untuk menaikkan nilai hadiah bagi para pemenang. Tidak tanggung-tanggung, nominal yang sebelumnya telah ditetapkan oleh panitia langsung membengkak hingga dua kali lipat lebih.
Lonjakan Hadiah yang Fantastis
Langkah berani Dr. Imam Subiyanto ini membuat motivasi ratusan peserta yang berlaga kian membara. Berikut rincian kenaikan hadiah yang diumumkan secara mendadak tersebut:
Podium Utama: Dari Rp750.000 melonjak drastis menjadi Rp1.500.000.
Juara Kedua: Dari Rp500.000 naik menjadi Rp1.000.000.
Juara Ketiga & Keempat: Dari Rp200.000 kini menjadi Rp500.000.
Kenaikan signifikan ini langsung disambut tepuk tangan riuh dari para atlet dan penonton yang memadati lokasi pertandingan.
Aksi Nyata Membakar Semangat Atlet
Dr. Imam Subiyanto mengungkapkan bahwa kehadirannya bukan sekadar tamu undangan, melainkan bentuk dukungan moral bagi para pecinta pimpong. Menurutnya, penghargaan yang layak adalah kunci utama dalam melahirkan atlet berprestasi.
”Turnamen seperti Belik Cup ini harus tetap lestari. Para pejuang olahraga kita perlu diberi apresiasi tinggi dan ruang kompetisi yang memadai agar bakat mereka tidak layu,” tegas Dr. Imam Subiyanto dengan nada optimis.
Momentum Kebangkitan Tenis Meja
Ajang ini diikuti oleh lebih dari 100 peserta dari berbagai penjuru wilayah Pemalang Selatan. Kehadiran dan aksi spontan Dr. Imam Subiyanto dinilai menjadi angin segar bagi cabang olahraga tenis meja yang sempat vakum di beberapa daerah.
Langkah ini dipandang sebagai sinyal kuat bagi perbaikan tata kelola dan pembinaan atlet di masa mendatang. Dengan dukungan finansial dan perhatian tokoh seperti Dr. Imam Subiyanto, Belik Cup 1 kini bukan sekadar kompetisi lokal, melainkan sejarah baru bagi kebangkitan olahraga tenis meja di Kabupaten Pemalang.**( Joko Longkeyang).











