Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaHeadline NewsPemerintahan

Pemalang Masuk 5 Besar Angka Cerai dan Miskin, Bupati Ajak Aisyiyah Beraksi!

3
×

Pemalang Masuk 5 Besar Angka Cerai dan Miskin, Bupati Ajak Aisyiyah Beraksi!

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Harianpemalang.id, Pemalang – Momentum Milad Pimpinan Daerah (PD) Aisyiyah ke-109 di Kabupaten Pemalang menjadi ajang bedah data krusial bagi masa depan daerah. Bertempat di Ruang Pandawa, Hotel Winner, Minggu (24/5/2026), Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, memaparkan tantangan berat yang tengah membayangi Bumi Ikhlas.

Advertisement
Example 300x600
Scroll kebawah untuk lihat konten

​Bupati Anom, yang didampingi Ketua TP PKK Noor Faizah Maenofie, mengungkapkan keprihatinannya terhadap data statistik terbaru. Pemalang saat ini berada di peringkat keempat tertinggi di Jawa Tengah dalam kasus pernikahan dini, serta masuk dalam lima besar daerah dengan angka perceraian dan kemiskinan tertinggi di provinsi tersebut.

​Sinergi Lawan Penyakit Sosial

 

​Bupati menegaskan bahwa tantangan ini tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah sendirian. Ia mengajak Aisyiyah untuk menyatukan visi dalam menekan angka-angka merah tersebut melalui aksi nyata di masyarakat.”Milad ke-109 ini harus menjadi titik balik untuk memperkuat kolaborasi. Kita perlu menyamakan persepsi agar pembangunan di Pemalang benar-benar menyentuh akar permasalahan sosial yang ada,” tegas Anom Widiyantoro dalam sambutannya.

​Dakwah Kemanusiaan Melalui Amal Usaha

​Ketua PD Aisyiyah Kabupaten Pemalang, Maesaroh, merespons tantangan tersebut dengan mengusung tema “Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian”. Aisyiyah berkomitmen mengoptimalkan puluhan amal usahanya untuk membentengi generasi muda.

​Hingga saat ini, Aisyiyah Pemalang telah mengelola infrastruktur sosial yang masif, antara lain: ​45 Lembaga PAUD dan 1 Sekolah Dasar (SD). 2 Klinik Pratama dan 1 Panti Asuhan. ​Program Rintisan: 2 Daycare Lansia, 2 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), dan 1 Pos Bantuan Hukum (Posbakum).

​Menghadapi Tantangan Era Digital

​Maesaroh mengakui bahwa perjuangan Aisyiyah kini berhadapan dengan musuh baru di era digital, mulai dari degradasi moral generasi muda hingga ancaman stunting. Selain itu, kekerasan terhadap perempuan dan anak tetap menjadi fokus prioritas dalam setiap pergerakan organisasi.

​Acara yang juga dihadiri Ketua PD Muhammadiyah Sapto Suhendro ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk menjadikan amal usaha Aisyiyah sebagai laboratorium solusi bagi kemiskinan dan pernikahan dini di Pemalang.**( Joko Longkeyang).

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *