Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaHeadline NewsPemerintahan

Instruksi Ahmad Luthfi ke Kepala Daerah: Kompak Kawal Sensus Ekonomi 2026 demi Dongkrak Investasi Jateng!

12
×

Instruksi Ahmad Luthfi ke Kepala Daerah: Kompak Kawal Sensus Ekonomi 2026 demi Dongkrak Investasi Jateng!

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SEMARANG, Harianpemalang.id – Keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 di Jawa Tengah menuntut komitmen penuh dari seluruh pemangku kebijakan di tingkat daerah. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menginstruksikan para bupati, wali kota, serta seluruh jajaran aparatur pemerintahan untuk bergerak aktif menyosialisasikan urgensi pendataan ini kepada masyarakat luas.

​Hal tersebut ditegaskan Ahmad Luthfi saat memimpin Pencanangan Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Semarang, Kamis (18/06/2026). Sinergi lini atas hingga bawah dinilai krusial mengingat skala pendataan kali ini terbilang raksasa dengan mengerahkan 36.891 petugas lapangan hingga akhir Agustus mendatang.

Advertisement
Example 300x600
Scroll kebawah untuk lihat konten

​Menurut Luthfi, keaktifan jajaran pemerintah daerah dalam mengedukasi warga, mulai dari pelaku UMKM hingga sektor usaha rumah tangga, akan meminimalkan keraguan publik saat memberikan keterangan. Akurasi data yang dihimpun selama 2,5 bulan ke depan diproyeksikan menjadi kompas utama bagi tiap kabupaten dan kota untuk melihat potensi wilayahnya secara riil.​”Setelah proses ini selesai, kita semua dapat memetakan potret ekonomi Jawa Tengah secara utuh. Ini penting dipahami karena basis utama dari pertumbuhan ekonomi dan penyerapan investasi masa depan adalah validitas data daerah yang selaras,” tutur Ahmad Luthfi.

​Pernyataan tersebut selaras dengan pandangan Wakil Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Sonny Harry Budiutomo Harmadi. Ia mengungkapkan bahwa kontribusi unit usaha di Jawa Tengah yang mencapai hampir 5 juta unit—atau setara dengan 15,25 persen dari total nasional—menjadikan wilayah ini sebagai pilar penentu kualitas data ekonomi Indonesia.

​Sonny menerangkan bahwa sensus periode ini menyentuh pemetaan yang lebih kompleks, termasuk sektor pertanian serta bisnis berbasis digital rumahan yang tidak terpantau dari luar rumah. Ia kembali mengingatkan publik bahwa Sensus Ekonomi 2026 murni instrumen perencanaan pembangunan dan terpisah dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) ataupun kepentingan perpajakan.

​Dukungan penuh dari struktur pemerintahan daerah terbukti membantu tugas para personel di lapangan, seperti yang dialami Anastasia Putri, petugas sensus di wilayah Kecamatan Gunungpati. Dukungan administratif berupa surat rekomendasi dari pemerintah daerah, surat tugas resmi, dan penggunaan atribut rompi khusus terbukti efektif meningkatkan kepercayaan warga saat proses wawancara kuesioner.

​Dengan bergulirnya agenda strategis ini, Pemprov Jawa Tengah optimistis hasil Sensus Ekonomi 2026 akan melahirkan pemetaan yang presisi untuk program pembinaan UMKM, perluasan lapangan kerja, serta perluasan peta investasi yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat di seluruh bumi rukun warga. ( Joko Longkeyang).

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *