Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaHeadline NewsPemerintahan

Jateng Jadi Primadona, 49 Konglomerat Nasional Kepincut Investasi di Kawasan Baru

3
×

Jateng Jadi Primadona, 49 Konglomerat Nasional Kepincut Investasi di Kawasan Baru

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SEMARANG, Harianpemalang.id — Arus modal berskala besar kembali mengalir deras ke Provinsi Jawa Tengah (Jateng). Sebanyak 49 pelaku usaha sukses dari berbagai wilayah di Indonesia kompak melakukan gerilya bisnis untuk memetakan potensi investasi dan memperluas jaringan pasar di bumi pertiwi Jawa Tengah.

​Kehadiran para elite bisnis ini dikemas dalam rombongan “Disway Explore Business with Dahlan Iskan Central Java Series”. Mereka disambut hangat oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dalam forum strategis yang berlangsung di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Kamis malam (18/6/2026).

Advertisement
Example 300x600
Scroll kebawah untuk lihat konten

​Di hadapan puluhan pengusaha nasional, Ahmad Luthfi membeberkan alasan kuat mengapa Jateng kini menjadi pilihan paling rasional untuk menanamkan modal. Menurutnya, jaminan keamanan berusaha, kemudahan regulasi, serta kesiapan infrastruktur pendukung menjadi pilar utama pertumbuhan ekonomi daerah.

​”Terima kasih karena seluruh pengusaha sudah datang ke tempat kita untuk melakukan studi komparatif, termasuk melihat apakah pengembangan investasi di Jawa Tengah akan menarik,” ujar Luthfi optimistis.

​Lompatan Angka Ratusan Triliun dan Ekosistem EV

​Performa ekonomi Jawa Tengah memang bukan sekadar angka di atas kertas. Sepanjang tahun 2025, Jateng berhasil membukukan angka realisasi investasi yang fantastis, yakni sebesar Rp110,02 triliun.

​Kejayaan tersebut berlanjut pada triwulan I tahun 2026 dengan capaian performa mendekati Rp23 triliun. Daya dorong ini dipastikan semakin berlipat ganda menyusul adanya komitmen investasi baru senilai Rp15 triliun untuk pengembangan industri kendaraan listrik (electric vehicle) terintegrasi yang berpusat di Kabupaten Kendal.

​Sejauh ini, koridor ekonomi Jateng bertumpu pada sejumlah kawasan industri raksasa. Mulai dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, Kawasan Industri Kendal (KIK), hingga pusat-pusat manufaktur di Semarang, Demak, serta Brebes.

​Menariknya, gairah industrialisasi ini terus menjalar ke daerah lain. Saat ini, ada sedikitnya 12 pemerintah kabupaten/kota di Jateng yang tengah aktif mengajukan pembentukan kawasan ekonomi maupun kawasan industri baru demi menangkap peluang pasar global.

​Ketangguhan ekonomi wilayah ini juga ditopang oleh fondasi yang mengakar kuat, yakni keberadaan 4,93 juta unit usaha. Struktur tersebut terdiri atas 56.286 unit usaha berskala besar dan menengah, serta sekitar 4,8 juta unit Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang sebagian besar produknya telah berhasil menembus pasar ekspor.

​”Saya sudah sampaikan, Jawa Tengah ini menarik. Kalau tidak investasi di Jawa Tengah, akan rugi,” kata Luthfi dengan nada tegas.

​Dahlan Iskan: Infrastruktur Jateng Mengubah Peta Kompetisi

​Sementara itu, tokoh pers nasional yang juga memimpin rombongan, Dahlan Iskan, memberikan analisisnya mengenai fenomena ini. Dahlan menyebut bahwa lompatan infrastruktur di Jawa Tengah berhasil membalikkan persepsi para pemilik modal secara radikal.

​Ia menggambarkan bagaimana kawasan di sepanjang Jalur Pantai Utara (Pantura) kini menjelma menjadi koridor ekonomi baru yang sangat kompetitif. Keberadaan aksesibilitas yang terintegrasi membuat efisiensi logistik di provinsi ini menjadi jauh lebih baik dibandingkan era sebelumnya.

​”Sekarang Jawa Tengah nyedot (investasi) dari Barat dan nyedot dari Timur. Itu juga karena Gubernurnya,” puji Dahlan.

​Guna melihat realitas lapangan secara objektif, puluhan pengusaha tersebut juga melakukan kunjungan lapangan (field trip) ke sejumlah korporasi besar di Jateng. Di antaranya meninjau operasional Halo BCA di Semarang, pabrik furnitur berbasis ekspor, hingga pusat perakitan sepeda motor listrik besutan Polytron.

​Rangkaian safari bisnis ini dijadwalkan bakal ditutup dengan kunjungan ke PT Sido Muncul, sebagai contoh sukses pengembangan industri nasional berbasis riset dan inovasi lokal yang mampu menguasai pasar dunia.( Joko Longkeyang)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *