Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaHeadline NewsPemerintahan

Jateng Pelopor! Gubernur Ahmad Luthfi Resmikan Asrama Atlet NPCI Pertama di Indonesia

390
×

Jateng Pelopor! Gubernur Ahmad Luthfi Resmikan Asrama Atlet NPCI Pertama di Indonesia

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Harianpemalang.id, KARANGANYAR – Provinsi Jawa Tengah resmi menjadi pionir dalam penyediaan fasilitas bagi atlet disabilitas. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, meresmikan asrama atlet milik National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Jawa Tengah di Desa Delingan, Karanganyar, Rabu (15/4/2026).

Advertisement
Example 300x600
Scroll kebawah untuk lihat konten

​Fasilitas ini mencatatkan sejarah baru sebagai satu-satunya asrama atlet mandiri yang dikelola oleh pengurus tingkat provinsi di seluruh Indonesia. Kehadiran pusat hunian ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi para atlet untuk menembus dominasi prestasi di level dunia.

​Infrastruktur Baru, Target Prestasi Dunia

​Dalam pidato peresmiannya, Ahmad Luthfi menekankan bahwa gedung megah ini bukan sekadar simbol fisik, melainkan mesin pencetak prestasi. Ia menantang para atlet untuk memberikan performa yang lebih tajam dari sebelumnya.​”Fasilitas baru ini harus dijawab dengan prestasi yang juga baru. Ini adalah pelecut bagi seluruh atlet untuk membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk merajai podium internasional,” ujar Luthfi dengan tegas.

​Reputasi Jawa Tengah sebagai gudang atlet paralimpiade memang telah diakui. Pada ajang ASEAN Para Games 2025 lalu, putra-putri terbaik Jateng menyumbang 44 medali emas, 33 perak, dan 39 perunggu. Kontribusi tersebut mencapai 32,5 persen dari total raihan medali nasional yang membawa Indonesia menduduki posisi runner-up.

​Bonus Fantastis: Wujud Komitmen ‘Ngopeni’

​Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tidak hanya membangun sarana, tetapi juga menjamin kesejahteraan para pahlawan olahraga tersebut. Total dana tali asih senilai lebih dari Rp10 miliar digelontorkan bagi para atlet dan pelatih.

​Pencairan dilakukan dalam dua termin, dengan tahap perdana senilai Rp4,4 miliar diserahkan secara simbolis pada hari peresmian. Sisanya akan dialokasikan melalui mekanisme APBD Perubahan.”Kami berkomitmen untuk terus ‘ngopeni’ para atlet. Perjuangan mereka di arena pertandingan seringkali membuat saya haru dan bangga, maka pemenuhan fasilitas adalah prioritas kami,” tutur Gubernur yang kerap dijuluki Bapak Disabilitas Jawa Tengah itu.

​Suntikan Motivasi bagi Para Juara

​Kegembiraan dirasakan oleh Eliana, atlet angkat besi kelas 41 kilogram peraih medali emas. Ia mengantongi bonus sebesar Rp90 juta atas jerih payahnya di ajang internasional.​“Dukungan ini sangat luar biasa. Selain asrama yang representatif, perhatian melalui bonus ini membuat kami semakin terpacu untuk terus berlatih lebih keras,” ungkap Eliana penuh syukur.

​Dengan diresmikannya asrama di Karanganyar ini, Jawa Tengah kini memiliki ekosistem olahraga disabilitas yang lengkap dan mandiri, memperkuat posisi provinsi ini sebagai kiblat pembinaan atlet paralimpiade di tanah air.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *