Harianpemalang.id, Pemalang – Rendahnya kesejahteraan tenaga pendidik honorer di Kabupaten Pemalang memicu keprihatinan mendalam dari berbagai kalangan. Angger Haryanto, seorang pengusaha konfeksi asal Desa Muncang, Kecamatan Bodeh, angkat bicara mengenai nasib para guru yang hanya menerima honor jauh di bawah standar kelayakan.
Dalam wawancara melalui pesan singkat pada Selasa (28/4/2026), Angger yang juga dikenal sebagai aktivis pemerhati sosial ini mengaku miris mendengar laporan bahwa masih ada guru honorer yang hanya dibayar Rp300 ribu per bulan.
Prioritas untuk Guru, Bukan Program Lain
Angger menegaskan bahwa pemerintah daerah seharusnya lebih bijak dalam mengelola uang rakyat. Menurutnya, daripada anggaran dialokasikan untuk hal-hal yang kurang mendesak, lebih baik dana tersebut digunakan untuk menaikkan upah para pahlawan tanpa tanda jasa.”Sama-sama menggunakan uang rakyat, lebih baik dana sebesar itu (anggaran daerah) dialokasikan untuk menaikkan gaji guru honorer,” ujar bos konfeksi sukses tersebut dengan nada tegas.
Kinerja Nyata yang Terabaikan
Lebih lanjut, ia menyoroti kontribusi guru honorer yang sangat nyata dalam mencerdaskan anak bangsa. Berbeda dengan program-program yang bersifat seremonial, kerja guru honorer bersifat harian dan konsisten di sekolah.”Guru honorer itu jelas kerjanya. Mereka pasti berangkat setiap hari kerja dan hasilnya nyata dirasakan masyarakat. Sangat tidak adil jika apresiasi yang mereka terima sangat minim,” tambah Angger.
Sebagai pengusaha yang juga aktif dalam isu kemasyarakatan, ia berharap pemerintah daerah segera mengevaluasi kebijakan anggaran agar lebih berpihak pada kesejahteraan guru demi meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Pemalang.( Joko Longkeyang).











