PEMALANG, harianpemalang.id — Aspirasi warga di kawasan Jalur Pantura Jawa Tengah, termasuk Kabupaten Pemalang dan sekitarnya, kembali disuarakan secara lantang di Gedung DPR RI. Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PKS, Rizal Bawazier, mendesak PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk mengembalikan pemberhentian KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Pekalongan.
Desakan tersebut disampaikan langsung oleh Rizal dalam Rapat Kerja Komisi VI DPR RI bersama jajaran Direksi PT KAI yang dipimpin Direktur Utama PT KAI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (25/9/2026).
Sebagai legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah X—yang meliputi Kabupaten Pemalang, Kabupaten dan Kota Pekalongan, Batang, serta Tegal—Rizal mengungkapkan kekecewaan masyarakat lokal atas kebijakan PT KAI yang menghapus Stasiun Pekalongan dari rute singgah KA Argo Bromo Anggrek sejak Februari 2025.
Ia menilai keputusan mengubah relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi menjadi tanpa henti di Pekalongan sangat merugikan mobilitas warga Pantura. Padahal, Stasiun Pekalongan selama ini menjadi titik transit vital bagi masyarakat Kabupaten Pemalang dan wilayah sekitar yang membutuhkan layanan kereta super cepat menuju Jakarta maupun Surabaya.
”Dulu berhenti, Pak. Banyak sekali masukan dari masyarakat, kenapa Pekalongan dihentikan. Padahal Pekalongan itu kan pusatnya di tengah, bukan Semarang sebenarnya,” ujar Rizal dengan nada tegas di hadapan manajemen PT KAI.
Rizal menambahkan bahwa keberadaan titik henti di Pekalongan bukan sekadar urusan transportasi, melainkan akses strategis menuju pusat ekonomi dan wisata regional, seperti kawasan Dieng hingga destinasi wisata Pantura. Dihapuskannya stasiun pemberhentian ini memaksa warga Pemalang dan sekitarnya memutar jalan ke Semarang atau Cirebon hanya untuk mengakses kereta eksekutif tersebut.
Guna memastikan tuntutan publik ini ditindaklanjuti, Politisi PKS tersebut menegaskan akan mengirimkan surat resmi secara tertulis kepada direksi PT KAI agar kebijakan pemangkasan rute ini segera direvisi.
”Kalau perlu saya bikin surat, minta tolong di Pekalongan berhenti Kereta Api Anggrek. Besok kita kirim suratnya demi masyarakat, Pak. Mohon berhenti di situ, pusatnya Jawa Tengah,” pungkas Rizal.( Ahmad Joko).











