Headline News

Suara Petani Kentang Belik Tembus Pusat, Camat Slamet Edy Kawal Langsung Dialog di Pasar Sayur

×

Suara Petani Kentang Belik Tembus Pusat, Camat Slamet Edy Kawal Langsung Dialog di Pasar Sayur

Sebarkan artikel ini

PEMALANG, Harianpemalang.id — Riuh aktivitas perdagangan di Pasar Sayur Desa Gombong, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang, mendadak terasa berbeda pada Selasa (1/9/2026). Sentra agraris yang terletak di lereng Gunung Slamet tersebut mendadak menjadi pusat perhatian nasional berkat digelarnya forum dialog interaktif antara para petani kentang lokal dan perwakilan Kementerian Pangan Republik Indonesia.

​Kehadiran jajaran kementerian pusat di lumbung pangan utama Pemalang ini disambut antusias oleh ratusan petani setempat. Di tengah berbagai tantangan sektor pertanian modern, para petani memanfaatkan momen emas ini untuk mencurahkan isi hati terkait dinamika harga komoditas, distribusi pupuk bersubsidi, hingga pentingnya penguatan akses pasar yang lebih luas.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

​Camat Belik, Slamet Edy Riyanto, S.E., M.M., yang hadir langsung di lokasi untuk mendampingi warganya, memberikan apresiasi mendalam atas respons cepat pemerintah pusat yang turun tangan langsung menyerap aspirasi di akar rumput.

​”Kami menyambut baik dan mengapresiasi kehadiran Kementerian Pangan RI di Pasar Sayur Desa Gombong ini. Dialog terbuka seperti ini sangat krusial untuk menjembatani solusi riil demi mendongkrak kesejahteraan petani kentang yang menjadi urat nadi perekonomian di wilayah Belik,” ungkap Slamet Edy Riyanto di sela-sela kegiatan.

​Forum yang berlangsung dalam suasana cair namun sarat substansi tersebut membedah berbagai persoalan teknis di lapangan. Pihak Kementerian Pangan RI tampak mencatat secara seksama setiap masukan yang disampaikan oleh para petani lokal, guna dijadikan bahan perumusan kebijakan strategis ke depan.

​Melalui sinergi erat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para pelaku tani di lapangan, momentum di Pasar Sayur Desa Gombong ini diharapkan mampu menjadi titik balik kebangkitan sektor hortikultura nasional, sekaligus memperkokoh ketahanan pangan yang dimulai dari kaki Gunung Slamet. ( Joko Longkeyang).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *