Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaHeadline NewsPemerintahan

Refleksi Setahun Jateng: Strategi Holopis Kuntul Baris Kolaborasi Dongkrak Investasi dan Ekonomi

9
×

Refleksi Setahun Jateng: Strategi Holopis Kuntul Baris Kolaborasi Dongkrak Investasi dan Ekonomi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Harianpemalang id, Semarang – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) menunjukkan wajah baru dalam kepemimpinan daerah selama satu tahun terakhir. Menepis model kepemimpinan tunggal (one man show), Pemprov Jateng kini menerapkan pola orkestrator yang mengutamakan kerja sama lintas sektoral atau Super Team untuk menyelesaikan berbagai problematika daerah.

​Konsep yang dikenal dengan istilah “Holopis Kuntul Baris” ini menitikberatkan pada gotong royong massal. Berdasarkan data dari Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TPPD) Jawa Tengah, strategi collaborative governance ini melibatkan akademisi, pelaku usaha, hingga pemerintah pusat guna mempercepat program strategis.

Advertisement
Example 300x600
Scroll kebawah untuk lihat konten

​Penerapan kolaborasi ini membuahkan hasil signifikan pada indikator makroekonomi. Hingga tahun 2025, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah tercatat mencapai 5,37%, angka yang berada di atas rata-rata nasional. Sektor investasi bahkan mencatatkan performa gemilang dengan realisasi sebesar Rp88,5 triliun, melampaui target awal yang dipatok pada angka Rp78,3 triliun.

​Peningkatan investasi ini berdampak langsung pada sektor ketenagakerjaan, di mana sebanyak 418.138 orang berhasil terserap ke dalam lapangan kerja baru. Selain itu, inflasi di Jawa Tengah tetap terkendali pada angka 2,72%, berkat sinergi yang kuat antara Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan organisasi perangkat daerah terkait.

​Meskipun tantangan kemiskinan masih menjadi pekerjaan rumah dengan jumlah sekitar 3,3 juta jiwa, upaya intervensi yang dilakukan telah berhasil menekan angka kemiskinan hingga mencapai target 9,39%. Di sektor kesehatan, Jateng mencatatkan rekor pemeriksaan kesehatan gratis tertinggi di Indonesia yang menjangkau lebih dari 14 juta orang.

​Di sisi lain, kolaborasi dengan 44 perguruan tinggi telah menghasilkan inovasi konkret seperti: Penerapan teknologi desalinasi air payau menjadi air siap minum. Verifikasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Penanganan terpadu untuk stunting dan penyakit TBC. Mitigasi Bencana dan Kelestarian Lingkungan

​Menghadapi tantangan geografis, Pemprov Jateng terus melakukan upaya mitigasi bencana yang masif. Tercatat sepanjang 2025, telah dilakukan normalisasi sungai dan perbaikan tanggul di lebih dari 41 titik rawan, termasuk di wilayah Demak, Kendal, dan Grobogan.

​Sebagai langkah jangka panjang untuk menjaga daya dukung lingkungan, pemerintah telah menanam lebih dari satu juta pohon mangrove di kawasan pesisir guna mengatasi abrasi. Selain itu, pengajuan kawasan Gunung Slamet dan Muria sebagai Taman Nasional juga telah diusulkan kepada pemerintah pusat sebagai upaya perlindungan ekosistem.

​Pemerintah menyadari bahwa pembangunan infrastruktur tidak bisa hanya mengandalkan APBD. Oleh karena itu, skema koordinasi aktif dengan DPR RI, DPRD, dan pemerintah pusat terus diperkuat untuk pembiayaan infrastruktur air minum, jalan, hingga jembatan.

​Filosofi Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani tetap menjadi kompas dalam kepemimpinan Jawa Tengah. Meski masih banyak tantangan dalam integrasi ASN dan pengelolaan sampah, semangat gotong royong diyakini mampu membawa Jawa Tengah melewati berbagai dinamika pembangunan di masa mendatang.**

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *