Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaHeadline NewsPemerintahan

PW PII Jawa Tengah Ikhtiar Menumbuhkan Nalar Kritis Pelajar Dengan LKP di Pemalang

10
×

PW PII Jawa Tengah Ikhtiar Menumbuhkan Nalar Kritis Pelajar Dengan LKP di Pemalang

Sebarkan artikel ini

PII Menempa Nalar Kritis Pelajar Muslim di Pemalang Saat Libur Sekolah

Example 468x60

PEMALANG, Harianpemalang.id – Langkah kaki ratusan remaja memadati kompleks Sekolah Dasar Islam Terpadu (SD IT) Buah Hati, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, sejak Senin (22/6/2026) pagi. Di saat mayoritas pelajar di berbagai penjuru daerah memilih menikmati masa libur panjang semester gasal dengan bersantai atau berwisata, kelompok anak muda ini justru memilih jalan yang berbeda. Mereka berkumpul untuk memeras pikiran dan menempa ketahanan mental.

​Sebanyak 150 pelajar dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah memutuskan untuk mengisolasi diri dari rutinitas hiburan demi mengikuti Latihan Kepemimpinan Pelajar (LKP). Agenda intensif yang diinisiasi oleh Pengurus Wilayah Pelajar Islam Indonesia (PW PII) Jawa Tengah ini dijadwalkan berlangsung selama sembilan hari penuh, yakni hingga Selasa (30/6/2026) mendatang.

Advertisement
Example 300x600
Scroll kebawah untuk lihat konten

​Ketua PII Kabupaten Pemalang, Sultan Fatah AR, mengungkapkan bahwa kehadiran para peserta di pesisir utara Jawa Tengah ini bukan tanpa alasan. Pelaksanaan LKP di Pemalang merupakan buah dari keputusan kolektif dalam Rapat Pimpinan Wilayah PII Jawa Tengah beberapa waktu lalu. Struktur wilayah memandatkan Pemalang sebagai episentrum penggodokan kader di musim liburan kali ini.​”Kami menyambut amanat ini dengan kesiapan penuh. Kehadiran seratus lima puluh kader dari berbagai latar belakang daerah di Jawa Tengah menegaskan bahwa masih ada ruang-ruang komitmen di kalangan generasi muda kita,” ujar Sultan saat menyampaikan laporan panitia di hadapan para tamu undangan dan peserta.

​Internalisasi Nilai dan Karakter

​Tantangan zaman yang dihadapi generasi zilenial dan alfa saat ini kian kompleks. Mulai dari disrupsi informasi digital, krisis identitas, hingga kerentanan sosial pada usia remaja. Fenomena inilah yang melatarbelakangi PII Jawa Tengah untuk merumuskan sebuah formula pelatihan yang tidak sekadar berbasis pada pengenalan birokrasi organisasi, melainkan menyentuh akar spiritualitas dan intelektualitas.

​Secara terpisah, Ketua Umum PW PII Jawa Tengah Angga Dwiki Pamungkas, melalui Ketua I Bidang Kaderisasi Tsania Nur Fadhilah Fikril Haliim, memaparkan bahwa visi besar yang diusung dalam LKP kali ini mengacu pada tema “Menghadirkan Pelajar Islam yang Teguh Dalam Nilai, Kritis Dalam Berpikir, dan Aktif Dalam Pergerakan”. Tema tersebut diturunkan ke dalam metodologi praktis dengan sub-fokus: mengenal diri, mengasah ilmu, dan membangun kepemimpinan Islam.

​Tsania menekankan, spirit pergerakan yang ditanamkan kepada para peserta didasarkan pada prinsip pertanggungjawaban moral yang luhur, sebagaimana termaktub dalam nilai-nilai universal kitab suci mengenai balasan atas setiap rekam jejak kebaikan maupun keburukan sekecil apa pun. Secara organisatoris, gerakan ini dipandu teguh oleh koridor Al-Qur’an, hadis, serta Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PII.”Kami ingin melahirkan out-put kader yang memiliki kedalaman akhlakul karimah. Di sisi lain, mereka juga harus memiliki kecakapan kepemimpinan, rasa percaya diri yang kokoh, serta ketahanan berpikir dalam mengurai serta menghadapi berbagai problematika kontemporer remaja di lingkungan mereka masing-masing,” tutur Tsania menjelaskan tujuan strategis kegiatan.

Guna mengalirkan nilai-nilai tersebut agar tidak menjadi sekadar doktrin hafalan, panitia menerapkan klasifikasi kepesertaan yang berjenjang. Pelatihan ini memfasilitasi empat klaster kompetensi, yakni Leadership Basic Training (LBT), Leadership Intermediate Training (LIT), Kursus Pemandu Batra untuk calon fasilitator, serta kelas penguatan internal bertajuk Isteecoemah 2.

​Metode pembelajaran pun dirancang menjauhi pola monolog yang menjemukan. Selama sembilan hari, ruang-ruang kelas di SD IT Buah Hati akan dihidupkan dengan aktivitas curah gagasan (brainstorming), simulasi peran (role playing), bedah kasus (case study), diskusi kelompok terpumpun, hingga ceramah dari para pakar.

​Oase di Tengah Liburan

​Komitmen para kader PII ini memantik perhatian positif dari jajaran pemangku kebijakan pendidikan di tingkat regional. Hadir memberikan sambutan sekaligus membuka acara secara resmi, Perwakilan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XII Jawa Tengah, Agung Wicaksono, memberikan apresiasi yang mendalam atas terselenggaranya LKP ini.

​Dalam pandangan Agung, gerakan moral yang ditunjukkan oleh struktur PII Jawa Tengah merupakan sebuah oase di tengah kekhawatiran publik terhadap penurunan kualitas karakter remaja akibat paparan gawai yang tidak terkontrol selama masa libur sekolah.​”Saya menaruh rasa hormat dan apresiasi yang sangat tinggi kepada adik-adik yang bersedia hadir di sini. Di saat rekan-rekan sebaya mereka mungkin sedang menghabiskan waktu liburan dengan gawai atau berwisata, kader PII justru memilih mematangkan diri, berdiskusi, dan menyiapkan diri menjadi pemimpin masa depan,” kata Agung.

​Agung, yang juga merefleksikan kedekatan emosionalnya sebagai bagian dari keluarga besar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), menambahkan bahwa model penggodokan watak secara mandiri seperti ini harus terus dipertahankan. Pola pendidikan nonformal yang berbasis komunitas di tingkat tapak diyakini mampu menambal celah pendidikan karakter yang sering kali tidak tersentuh secara optimal di dalam ruang kelas formal sekolah.

​Melalui sinergi metode dan keteguhan nilai ini, jalannya Latihan Kepemimpinan Pelajar di Pemalang diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial pengisi kalender organisasi. Lebih dari itu, forum ini diproyeksikan mampu melahirkan barisan penggerak baru di tingkat akar rumput yang mampu membawa perubahan sosial yang inklusif, damai, dan berkemajuan di Jawa Tengah.( Joko Longkeyang).

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *