PEMALANG, Harianpemalang.id – Institut Agama Islam Pemalang (INSIP) kembali mencatatkan langkah penting dalam upaya memperluas kiprah di tingkat internasional. Kampus tersebut sukses menyelenggarakan The 1st International Conference on Integrating Islamic Perspectives in Psychology, Law, and Education 2026 dengan menghadirkan Duta Besar Republik Indonesia untuk Serbia dan Montenegro, Andreano Erwin, sebagai Pembicara Kehormatan (Guest of Honour) secara virtual, Sabtu (4/7/2026).

Kehadiran diplomat Indonesia itu menjadi salah satu momen yang paling menyita perhatian dalam konferensi internasional yang diikuti akademisi, peneliti, dosen, mahasiswa, hingga praktisi dari berbagai institusi. Forum ilmiah tersebut menjadi bukti keseriusan INSIP Pemalang dalam memperkuat jejaring akademik di tingkat global.
Dalam sambutannya, Andreano Erwin menegaskan bahwa pendidikan memiliki peran strategis dalam mempererat hubungan antarnegara. Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang lahirnya kolaborasi internasional melalui penelitian, inovasi, pertukaran budaya, serta kerja sama akademik.
Ia menilai langkah yang telah dilakukan INSIP Pemalang melalui kerja sama dengan Islamic Fakultesi Novi Pazar, Serbia, merupakan contoh nyata implementasi diplomasi akademik. Kemitraan tersebut dinilai mampu memperkuat hubungan Indonesia dengan masyarakat internasional melalui jalur pendidikan.”Kolaborasi antarperguruan tinggi merupakan bagian penting dari diplomasi yang memberikan manfaat jangka panjang bagi kedua negara,” ungkapnya dalam paparan virtual di hadapan peserta konferensi.
Rektor Institut Agama Islam Pemalang, Dr. Hj. Amiroh, M.Ag., menyampaikan apresiasi atas kesediaan Duta Besar RI untuk Serbia dan Montenegro menjadi pembicara kehormatan dalam konferensi tersebut.
Menurutnya, kehadiran Andreano Erwin merupakan bentuk dukungan nyata terhadap upaya INSIP dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi sekaligus memperluas jejaring akademik internasional.
Ia mengatakan, internasionalisasi perguruan tinggi saat ini menjadi kebutuhan yang tidak dapat dihindari. Karena itu, INSIP terus mendorong kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi, baik di dalam maupun luar negeri, guna meningkatkan kualitas riset, publikasi ilmiah, dan pengembangan sumber daya manusia,”Konferensi ini menjadi momentum penting untuk memperkuat posisi INSIP sebagai perguruan tinggi yang terbuka terhadap kolaborasi global serta siap memberikan kontribusi bagi perkembangan ilmu pengetahuan,” ujarnya.
Selain menghadirkan Duta Besar RI, konferensi internasional tersebut juga diikuti sejumlah akademisi, pakar, dan tokoh nasional. Salah satu narasumber yang turut memberikan pandangan adalah Hakim Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, H. Arsul Sani.
Berbagai pembahasan dalam konferensi berfokus pada integrasi perspektif Islam dalam bidang psikologi, hukum, dan pendidikan. Tema tersebut dipilih sebagai upaya menghadirkan solusi ilmiah terhadap berbagai tantangan global dengan mengedepankan nilai-nilai keadilan, inklusivitas, dan keberlanjutan.
Diskusi yang berlangsung selama konferensi mempertemukan berbagai gagasan dari peserta dalam dan luar negeri. Mereka saling bertukar pengalaman mengenai pengembangan pendidikan tinggi, penguatan penelitian kolaboratif, hingga peluang kerja sama lintas negara.
Penyelenggaraan konferensi internasional ini juga menjadi bagian dari strategi INSIP Pemalang dalam memperluas jejaring global. Melalui berbagai kemitraan internasional, kampus berharap mampu meningkatkan kualitas publikasi ilmiah bereputasi internasional sekaligus membuka peluang pertukaran dosen dan mahasiswa.
Langkah tersebut dinilai sejalan dengan perkembangan pendidikan tinggi yang semakin menekankan pentingnya kolaborasi lintas negara sebagai sarana mempercepat inovasi dan pengembangan ilmu pengetahuan.
Keberhasilan menghadirkan Duta Besar RI sebagai pembicara kehormatan sekaligus mempertemukan tokoh nasional dan akademisi internasional menjadi pencapaian tersendiri bagi INSIP Pemalang. Hal ini menunjukkan bahwa perguruan tinggi di daerah pun mampu tampil dalam forum global dan membangun kerja sama yang memberikan manfaat bagi dunia pendidikan.
Melalui konferensi internasional perdana ini, INSIP Pemalang menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat diplomasi akademik, meningkatkan mutu pendidikan, memperluas kolaborasi internasional, serta melahirkan riset-riset berkualitas yang memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan pembangunan peradaban dunia. Dengan semangat kolaborasi tersebut, INSIP optimistis mampu menjadi salah satu perguruan tinggi yang aktif berperan dalam membangun jaringan akademik global sekaligus membawa nama Indonesia semakin diperhitungkan di kancah internasional.( Ahmad Joko).











