Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaHeadline NewsPemerintahan

Jutaan Juta Liter Air Bersih Mengalir ke 25 Daerah Kering di Jateng

5
×

Jutaan Juta Liter Air Bersih Mengalir ke 25 Daerah Kering di Jateng

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SEMARANG, HARIANPEMALANG.ID – Musim kemarau panjang yang melanda Jawa Tengah tidak membuat pemerintah berleha-leha. Hingga Senin (27/7/2026), sebanyak 6,8 juta liter air bersih telah berhasil didistribusikan ke 25 kabupaten/kota yang mengalami krisis air. Langkah cepat ini menjangkau 61.139 kepala keluarga atau 184.643 jiwa di 83 kecamatan dan 148 desa, memastikan hak dasar masyarakat tetap terpenuhi meski alam sedang bersikap keras. Kepala BPBD Provinsi Jawa Tengah Bergas Catursasi Penanggungan melaporkan capaian ini langsung kepada Gubernur Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa ketersediaan stok masih sangat aman dengan sisa cadangan sekitar 40 juta liter dari total alokasi APBD sebesar 44,9 juta liter.

Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan distribusi ini. Dari total volume tersalurkan, 4.853.800 liter berasal dari APBD provinsi dan daerah, sementara 1.951.500 liter lainnya merupakan kontribusi CSR, PMI, TNI-Polri, serta instansi pendukung lain. Kabupaten Klaten, Pemalang, dan Banjarnegara tercatat sebagai wilayah dengan volume tertinggi, mencerminkan tingkat kerentanan yang signifikan. Bergas menekankan bahwa tantangan utama saat ini bukan kelangkaan sumber daya, melainkan optimalisasi ritme distribusi agar tepat waktu dan sasaran. “Dari sisi ketersediaan air maupun anggaran masih mencukupi,” tegasnya, memberikan kepastian bagi warga yang bergantung pada pasokan tangki air. Di sisi lain, ancaman kebakaran juga meningkat; dalam periode 5 Juni–19 Juli 2026, terjadi 275 kejadian kebakaran dengan kerugian material mencapai Rp 27 miliar untuk gedung/rumah dan Rp 607 juta untuk karhutla, terutama di lahan tebu.

Advertisement
Example 300x600
Scroll kebawah untuk lihat konten

Di balik upaya pemenuhan kebutuhan domestik, pemerintah juga berjibaku menyelamatkan masa depan pangan provinsi. Gubernur Ahmad Luthfi mengungkapkan bahwa usulan bantuan pompa air kepada Menteri Pertanian telah mendapat persetujuan, dan kini tinggal menunggu tindak lanjut teknis Dinas Pertanian dan Peternakan untuk segera menyasar lahan-lahan kritis. Langkah ini krusial mengingat target peningkatan produksi padi Jateng pada 2026 tidak boleh dikompromikan oleh cuaca ekstrem. Sinergi antara jaminan air minum dan irigasi pertanian menunjukkan pendekatan mitigasi yang komprehensif; tidak hanya merespons krisis kemanusiaan, tetapi juga mengamankan fondasi ekonomi agraris yang menjadi tulang punggung kesejahteraan jutaan petani. Ketika birokrasi bergerak sigap dan data menjadi panglima keputusan, maka bencana dapat dikelola tanpa mengorbankan martabat manusia.

Selamat bekerja untuk rakyat Jateng; semoga hujan segera turun membawa berkah, dan ketangguhan kita hari ini menjadi warisan ketahanan bagi generasi mendatang. ( Joko Longkeyang ).

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *