BeritaHeadline NewsPemerintahanPendidikan

Gebrakan Anti-Bullying! Mahasiswa KKN Undip Sulap SD N 9 Purwarjo Jadi Zona Aman Siswa

8
×

Gebrakan Anti-Bullying! Mahasiswa KKN Undip Sulap SD N 9 Purwarjo Jadi Zona Aman Siswa

Sebarkan artikel ini

PEMALANG, Harianpemalang.id — Lingkungan sekolah semestinya menjadi tempat paling aman bagi anak-anak untuk tumbuh dan belajar. Namun, ancaman perundungan atau bullying kerap mengintai tanpa kenal usia. Menjawab tantangan tersebut, aksi inspiratif digelorakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) di SDN 9 Purwoharjo, Desa Kauman, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang, pada Jumat (24/7/2026).

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

​Sebanyak 93 siswa dari kelas 3 hingga kelas 6 tampak antusias mengikuti sosialisasi anti-bullying yang dikemas secara interaktif dan menyenangkan. Kegiatan ini tidak sekadar duduk mendengarkan ceramah, melainkan sebuah gerakkan sadar untuk menciptakan ruang aman bagi anak-anak dalam bercerita.

​Catatan Penting: Perundungan di tingkat sekolah dasar sering kali diabaikan karena dianggap “candaan”. Melalui pendekatan kreatif, mahasiswa Undip membongkar pola pikir tersebut agar anak-anak berani melawan sejak dini.

Dari Senam Ceria hingga Ruang Aman Bercerita

​Kemeriahan sudah terasa sejak pagi. Seluruh peserta diajak melakukan senam bersama guna mencairkan suasana. Setelahnya, materi mendalam mengenai bentuk-bentuk bullying dan dampaknya disampaikan secara bertahap, diselingi permainan (ice breaking) agar fokus siswa tetap terjaga.

​Puncak acara yang paling berkesan adalah sesi Focus Group Discussion (FGD). Dibimbing oleh para mentor—termasuk Danadin Ilham Zuha Ammar yang telaten mendampingi siswa kelas 6—anak-anak diajak menuliskan pengalaman atau bentuk perundungan yang pernah mereka lihat maupun rasakan pada selembar kertas hias.

​Pendampingan yang hangat membuat para siswa tidak merasa dihakimi. Mereka justru dengan terbuka menceritakan kisah mereka, menciptakan ikatan emosional yang kuat antarteman sekelas. Rangkaian kegiatan ditutup manis dengan pengumuman kelompok terkompak, pembagian hadiah, dan senyum lebar dalam sesi foto bersama.

​Langkah nyata ini membuktikan bahwa pencegahan kekerasan di sekolah bisa dimulai dari cara-cara yang dekat dengan dunia anak. Lingkungan sekolah yang ramah, aman, dan bebas dari rasa takut kini selangkah lebih dekat terwujud di Pemalang!

Penulis: Danadin Ilham Zuha Ammar

Editor : Ahmad Joko SSP, S.H., C. Neg.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *