PEMALANG, Harianpemalang.id — Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pemalang bergerak cepat membedah pos pemasukan daerah. Langkah tegas ini diambil melalui pelaksanaan Rapat Kerja (Raker) intensif bersama seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pengelola pendapatan di ruang rapat komisi, Senin (13/7/2026).
Raker strategis tersebut digelar secara khusus untuk membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pemalang Tahun Anggaran 2025.
Soroti Target dan Kebocoran Pendapatan Daerah
Jalannya rapat kerja ini dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Pemalang, Ida Mulyani, A.Md., serta dihadiri oleh segenap Anggota Komisi C dan para kepala OPD terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang.
Fokus utama dalam pembahasan kali ini adalah menguliti capaian realisasi serta mengevaluasi target Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dikelola oleh masing-masing dinas sepanjang tahun lalu.
Ida Mulyani menegaskan bahwa transparansi dan akuntabilitas sektor pendapatan adalah modal utama pembangunan daerah. Dirinya meminta setiap OPD tidak hanya sekadar melaporkan angka keberhasilan, tetapi juga memetakan kendala di lapangan secara jujur.
Pendapatan daerah merupakan motor penggerak pembangunan di Pemalang. Melalui raker ini, kita melakukan evaluasi total untuk melihat OPD mana yang performanya maksimal dan mana yang butuh terobosan baru agar target PAD ke depan bisa melonjak secara signifikan.
Dorong Inovasi dan Digitalisasi Retribusi
Selain mencocokkan validitas data keuangan, Komisi C DPRD Kabupaten Pemalang juga mendorong para pengelola pendapatan untuk lebih adaptif dalam memanfaatkan teknologi. Digitalisasi sistem penarikan pajak dan retribusi daerah dinilai mendesak demi menutup celah potensi kebocoran anggaran.
Sinergi yang terbangun dalam raker ini diharapkan dapat melahirkan rekomendasi formula baru yang lebih efektif untuk mendongkrak kemandirian fiskal Kabupaten Pemalang di masa mendatang.
Hingga berita ini diturunkan, jalannya rapat masih berlangsung dinamis dengan agenda pemaparan laporan dan tanggapan kritis dari para anggota dewan.*( Joko Longkeyang).











