Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaHeadline NewsPemerintahan

PCNU Pemalang Percepat Transformasi Digital, Ekosistem Digdaya Jadi Langkah Baru Tata Kelola Organisasi

19
×

PCNU Pemalang Percepat Transformasi Digital, Ekosistem Digdaya Jadi Langkah Baru Tata Kelola Organisasi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

PEMALANG, Harianpemalang.id – Stigma bahwa organisasi berbasis tradisi tertinggal di bidang teknologi perlahan runtuh. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pemalang memperkenalkan langkah besar transformasi organisasi menuju sistem digital terintegrasi, dalam diskusi yang digelar di Sanggar Seni Dwi Wangkara, Senin (27/7/2026).

Sekretaris PCNU Kabupaten Pemalang, Moza Agung Nugroho, memaparkan rancangan besar PBNU yang diberi nama Ekosistem Digdaya NU (Digitalisasi Data dan Layanan). Menurutnya, fondasi NU yang dibangun para pendahulu melalui surau dan pesantren tetap menjadi pegangan utama, namun cara bergerak organisasi harus menyesuaikan zaman.

Advertisement
Example 300x600
Scroll kebawah untuk lihat konten

“NU masa lalu adalah fondasi kokoh. Namun untuk NU masa depan, kita tidak bisa lagi bergerak secara manual. Jam’iyah ini harus berlari berbasis data, kecepatan, dan ekosistem digital yang utuh,” tegas Moza Agung.

Ekosistem Digdaya bukan sekadar jargon melainkan perombakan menyeluruh tata kelola yang diterjemahkan dari program Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), mencakup lima sektor utama:

1. Digdaya Persuratan & Kepengurusan: Memangkas birokrasi menjadi lebih cepat dan sepenuhnya tanpa kertas (paperless).

2. Digdaya Aset: Memetakan dan mengamankan seluruh inventaris serta tanah wakaf milik jam’iyah secara akurat dan tercatat rapi.

3. Digdaya Pendidikan & Pesantren: Mengawal kualitas pendidikan, menyelaraskan kurikulum, serta memantau perkembangan ribuan santri secara langsung (real-time).

4. Digdaya BUMNU: Menjadikan Badan Usaha Milik NU sebagai penggerak ekonomi umat yang dikelola secara profesional demi kemandirian finansial organisasi.

5. Digdaya AI Analitik: Adopsi kecerdasan buatan yang nantinya akan diterapkan hingga ke tingkatan terendah.

Langkah paling maju adalah penggunaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). “Dengan Digdaya AI Analitik, kita tidak lagi menebak-nebak saat menyusun program. Sistem ini membantu membaca tren, memetakan potensi warga di setiap desa, hingga merumuskan kebijakan sosial dan ekonomi yang tepat sasaran,” jelas Moza Agung.

Perpaduan antara pelestarian budaya di Sanggar Seni Dwi Wangkara dan visi teknologi tinggi ini membuktikan bahwa PCNU Pemalang siap mendukung cita-cita peradaban masa depan tanpa meninggalkan jati diri organisasi.

“Kami melangkah maju, tapi akar tradisi tetap kuat di bumi,” pungkasnya.( Ahmad Joko).

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *