Headline News

Plt Bupati Pemalang ” Usut Tuntas Kasus Bullying Kebondalem! “

×

Plt Bupati Pemalang ” Usut Tuntas Kasus Bullying Kebondalem! “

Sebarkan artikel ini

PEMALANG, Harianpemalang.id— Gelombang keprihatinan publik meluas menyusul kabar duka meninggalnya MH (13), seorang pelajar yang menjadi korban dugaan perundungan (bullying) hebat di Kelurahan Kebondalem. Tak tinggal diam, Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pemalang, Nurkholes, bergerak cepat mendatangi rumah duka pada Kamis (1/10/2026) untuk memastikan penanganan kasus berjalan adil dan transparan.

​Kunjungan takziyah tersebut dilakukan Nurkholes bersama jajaran pejabat daerah, di antaranya Plt. Kepala Dindikpora Ismun Hadiyo, Kepala Dinsos KBPP Mu’minun, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca). Langkah ini menegaskan keseriusan Pemerintah Kabupaten Pemalang dalam mengawal penegakan hukum hingga tuntas.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

​Di depan pihak keluarga dan masyarakat setempat, Nurkholes menegaskan komitmen Pemkab Pemalang dalam memberantas segala bentuk tindak kekerasan di lingkungan pendidikan. Ia memastikan tidak ada ruang kompromi bagi siapa pun yang terbukti melakukan aksi kekerasan fisik maupun mental terhadap anak.

​”Kami sudah turun ke sekolah untuk menggali keterangan awal. Memang sempat ada perselisihan yang memicu pemukulan terhadap korban. Kami serahkan proses hukum sepenuhnya kepada kepolisian dan mendukung penindakan tegas,” ujar Nurkholes.

​Jenazah MH kini tengah menjalani autopsi oleh tim forensik guna menguak penyebab pasti kematian secara ilmiah. Langkah medis-legal ini diambil untuk memperkuat bukti-bukti penganiayaan yang dialami korban sebelum wafat.

​Duka mendalam dirasakan sang ibu, Diah Indriyanti (36). Dengan mata berkaca-kaca, ia membeberkan penderitaan memilukan yang dialami putranya selama sembilan hari dirawat intensif di rumah sakit. Korban yang mulanya bungkam akhirnya bersuara setelah dokter menemukan kejanggalan pada organ dalamnya.

​”Anak saya baru mau jujur waktu diperiksa dokter. Perutnya ditendang pakai sepatu keras dan dipukul berulang kali. Setiap kali badannya disentuh, dia menangis histeris karena menahan sakit luar biasa,” ungkap Diah.

​Kondisi MH terus merosot tajam akibat pendarahan dalam. Korban mengalami gejala medis memprihatinkan, mulai dari muntah berulang, pendarahan saat buang air besar, hingga kehilangan kesadaran sebelum akhirnya dijemput ajal.

​Kini, penanganan perkara sepenuhnya berada di tangan Polres Pemalang. Publik mendesak kepolisian bergerak cepat menetapkan pihak yang bertanggung jawab agar peristiwa kelam ini menjadi pelajaran berharga dan tak kembali terulang di kemudian hari.( Ahmad Joko).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *